Ini Potensi Kerugian Negara akibat Gempa di Sulbar dan Banjir Kalsel

Kompas.com - 22/01/2021, 17:30 WIB
Sejumlah alat berat membersihkan puing reruntuhan bangunan kantor gubernur Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu  (20/1/2021). Memasuki hari keenam Pasca gempa bumi sebagian bangunan yang terdapak kerusakan berat kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat. ANTARA FOTO / Akbar Tado/foc. ANTARA FOTO/AKBAR TADOSejumlah alat berat membersihkan puing reruntuhan bangunan kantor gubernur Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (20/1/2021). Memasuki hari keenam Pasca gempa bumi sebagian bangunan yang terdapak kerusakan berat kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat. ANTARA FOTO / Akbar Tado/foc.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan terdapat beberapa barang milik negara (BMN) dan infrastruktur yang terdampak bencana gempa di Sulawesi Barat serta banjir di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data DJKN, secara keseluruhan, total kerugian negara mencapai Rp 935,3 miliar.

Kepala Kanwil DJKN Sulbar Ekka Sudana menjelaskan, untuk di Sulawesi Barat, kerugian akibat kerusakan BMN mencapai Rp 494,28 miliar. Kerusakan ini terjadi pada 279 obyek BMN di Kabupaten Mamuju dan Majene.

"Ini berupa bangunan, rumah negara, maupun kantor yang dukung tugas fungsi pemerintah pusat di khususnya kota Mamuju dan Majene," kata dia saat media briefing virtual, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Erick Thohir: 53 Persen Pekerja yang Dirumahkan Mayoritas Berusia Produktif

Dia melanjutkan, bangunan terdampak terdiri dari 118 obyek berupa bangunan negara dan 161 obyek berupa gedung bangunan kantor untuk memberikan pelayanan publik.

Gedung-gedung yang rusak antara lain Gedung Keuangan Negara Mamuju, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju, Kantor Kas Negara, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Sulbar, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Mamuju, dan sebagainya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain barang milik negara, sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat bencana ini. Potensi kerugian dari rusaknya infrastruktur akibat gempa mencapai Rp 405,72 miliar.

"Dampak ke infrastruktur cukup banyak juga terhadap 23 jembatan dan untuk jalan sementara yang kami peroleh data 20 km di jalan Trans Sulawesi. Nilainya cukup lumayan Rp 405,72 miliar," jelasnya.

Sementara untuk Kalimantan Selatan, Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah Ferdinan Lengkong mengatakan, sebanyak 11 BMN terdampak banjir. Nilainya mencapai Rp 35,3 miliar.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Melemah pada Akhir Pekan

Secara rinci, beberapa BMN yang terdampak itu di antaranya KPP dan KPP Pratama Banjarmasin, KPP Pratama Barabai, KPP Pratama Batulicin, dan TVRI Kalimantan Selatan.

Dia melanjutkan, sejumlah kementerian dan lembaga sudah mengajukan klaim asuransi ke DJKN. Pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap BMN lainnya yang kemungkinan terdampak banjir.

Menurut Ferdinan, pendataan sempat terhambat karena wilayah Banjarmasin seluruhnya terendam air sehingga petugas pun masih fokus untuk pada bantuan.

“Kami, terutama kantor di Banjarmasin itu terendam air semua, tapi belum bisa kami sampaikan. Ada beberapa kantor yang sudah mengajukan klaim,” ujar dia.

Baca juga: Dalam 10 Tahun, Jumlah Penduduk Indonesia Bertambah 32,5 Juta Jiwa



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X