Kompas.com - 24/01/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi wawancara kerja. SHUTTERSTOCKIlustrasi wawancara kerja.

4. Datang ontime

Disiplin sangat penting dalam dunia kerja. Untuk memberi kesan awal yang baik, datanglah tepat waktu pada saat wawancara kerja.

Baiknya datang lebih awal, sekitar 15-30 menit sebelum jadwal wawancaramu. Waktu ini bisa kamu gunakan untuk merapikan penampilanmu lagi, menyiapkan berkas yang diperlukan seperti CV, serta menenangkan pikiranmu.

Kalau kamu datang terlambat, pasti akan tergesa-gesa. Selain itu, ini akan menjadi catatan atau poin minus untukmu di mata HRD maupun user.

5. Bersikap tenang

Saat kamu memulai wawancara kerja dan sudah menghadapi user, cobalah bersikap tenang. Jika tenang, kamu dapat berpikir jernih. Mencermati setiap pertanyaan user dan mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan baik.

Tetapi bila kamu gugup, semua jadi tidak fokus. Pikiran kamu nge-blank, sehingga tidak memperhatikan pertanyaan user. Malu kan, kalau user harus mengulang pertanyaannya.

Itu berarti kamu tidak menyimak dengan baik. Ragamu di sana, tetapi pikiranmu melayang ke mana-mana. Walhasil, menjawab pertanyaanpun terbata-bata, tidak lancar.

6. Hindari gerakan yang tidak diperlukan

Wawancara kerja memang bikin grogi, tetapi jangan sampai perasaan tersebut mempengaruhimu. Hindari membuat gerakan-gerakan yang dapat mengganggu pembicaraan.

Misalnya menyenggol kaki kursi, menggaruk kepala, memainkan rambut, membenarkan pakaian atau makser, pandangan ke mana-mana, dan lainnya. Jadi jaga sikap dan etikamu.

Duduklah dengan sopan, postur tubuh tegak, jangan bicara bila tidak ditanya kecuali dipersilakan bertanya, hindari membual atau berbohong, gunakan kalimat yang baik, serta fokus atau tetap menjaga kontak mata ketika di wawancara.

7. Jangan tunjukkan pertentangan

Banyak cara dilakukan pewawancara untuk memancingmu. Bahkan membuatmu skakmat. Atau merendahkan kemampuanmu untuk melihat seperti apa ekspresi wajahmu.

Dalam hal ini, sebaiknya jangan tunjukkan pertentangan dalam bentuk apapun, seperti beradu argumen. Ingin menunjukkan bahwa kamu benar, dan user salah atau sikap keras kepala.

Lebih baik tersenyum, tunjukkan raut wajah santai untuk menunjukkan kesan friendly meskipun sebenarnya kamu sudah tidak nyaman di ruangan tersebut.

8. Tunjukkan kelebihanmu

Tingkat persaingan di dunia kerja sangat tinggi. Jadi kamu harus mampu menunjukkan kelebihanmu di mata user.

Misalnya public speaking, analytical thinking, problem solving, atau lainnya. Kelebihan tersebut yang akan menjadi sisi terbaik, nilai tambah kamu dibanding kandidat lain.

Buatlah contoh berupa kasus nyata, berdasarkan pengalamanmu, di mana kamu menggunakan kelebihan tersebut dalam pekerjaan. Jadi bukan sekadar omongan tanpa bukti.

Berpikir Sebelum Menjawab

Penting untuk menyiapkan jawaban untuk wawancara kerja. Sebelum kamu menjawab, sebaiknya dipikirkan dulu kalimat yang pas dan santun. Jangan asal njeplak.

Jawabanmu harus bisa meyakinkan user bahwa kamu memang orang berilmu, profesional, dan kandidat yang perusahaan cari. Dengan demikian, kamu bisa lolos dalam tahap akhir ini dan diterima bekerja.

Baca juga: Program Listrik Gratis Diperpanjang, Begini Skema Barunya

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X