KILAS

Alirkan Gas ke PT Trikasa Jaya Logam, PGN Perluas Pemanfaatan Gas di Industri

Kompas.com - 27/01/2021, 14:36 WIB
Para pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sedang memeriksa kondisi saluran pipa, Senin (11/1/2021). (Dok. Pertamina) Para pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sedang memeriksa kondisi saluran pipa, Senin (11/1/2021).

KOMPAS.com – Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Pasuruan, Makki Nuruddin mengatakan, pihaknya terus memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor komersial industri.

Hal tersebut dibuktikan PGN dengan berhasil menambah pelanggan di sektor industri logam dan komponen otomotif melalui PT Trikasa Jaya Logam.

Baca juga: PGN Gunakan Big Data untuk Tunjang Operasional Perusahaan

“Sejak minggu ketiga Januari, perusahaan (PT Trikasa Jaya Logam) resmi menjadi pelanggan komersial industri gas-in pertama di PGN Pasuruan,” kata Makki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (27/1/2021).

PT Trikasa Jaya Logam sendiri merupakan perusahaan dengan produk merek dagang Trivalum. Perusahaan ini khusus memproduksi aluminium billet for extrusion dan Ingot Adsc-12 untuk industri otomotif.

Baca juga: Optimalkan Pemanfaatan Gas Bumi, Ini yang Akan Dilakukan PGN

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya dikenal di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, PT Trikasa Jaya Logam juga sudah menembus pasar Surabaya dan Jakarta.

Perusahaan yang berlokasi di kawasan industri dan pergudangan Jawa Timur (Jatim) Depo Estate ini masih satu grup dengan PT Inkasa Jaya Aluminium.

Adapun PT Inkasa Jaya Aluminium Plant 2 dan PT Inkasa Jaya Aluminium Plant 3 telah lebih dulu menggunakan gas bumi PGN.

Pada akhir 2020, estimasi pemakaian dua perusahaan tersebut masing-masing sebesar 50.000 m3 per bulan. Jumlah pemakaian gas bumi ini lebih kecil dibanding PT Trikasa Jaya Logam.

Baca juga: Dukung Percepatan Masterplan Infrastruktur Gas Bumi Nasional, PGN Rencanakan Proyeksi Strategis

Adapun estimasi pemakaian awal PT Trikasa sekitar 100.000 meter kubik (m3) per bulan. Sementara itu, pada tahun ke empat bisa mencapai 250.000 m3 per bulan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PT Trikasa Nurkolish menyatakan, alasan pihaknya memakai gas PGN karena pembakarannya lebih bersih.

“Kami punya pengalaman yang mengesankan dengan kinerja PGN. Selain menghasilkan gas bumi yang ramah lingkungan, PGN jumlah memasok gas bumi dengan jumlah pasti dan terpercaya,” ujarnya.

Nurkolish menjelaskan, target produksi perusahaannya pada awal tahun sebesar 1000 metrik ton (m/t) per bulan.

Baca juga: Berikan Kemudahan Transaksi Tagihan GasKita, PGN Resmi Gandeng Pegadaian

Selain itu, pihaknya juga harus memenuhi kebutuhan ekspor produk Ingot Adc-12 ke China, sehingga dibutuhkan banyak stok gas bumi.

Sebagai informasi, selain di Pasuruan, PGN juga telah melaksanakan gas-in kepada beberapa pelanggan yang berasal dari dua sektor di Bogor dan Cirebon. Rinciannya, tiga pelanggan dari sektor industri dan tiga pelanggan kecil.

 

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat dan Daerah Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Syarat dan Daerah Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Whats New
Bantuan Kuota Internet Gratis Cair September 2021, Ini Syarat Penerimanya

Bantuan Kuota Internet Gratis Cair September 2021, Ini Syarat Penerimanya

Whats New
Kontraktor Pertambangan Ini Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya

Kontraktor Pertambangan Ini Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya

Work Smart
Transaksi Digital Banking Diprediksi Capai Rp 35.600 Triliun pada 2021

Transaksi Digital Banking Diprediksi Capai Rp 35.600 Triliun pada 2021

Whats New
Alih Kelola Blok Rokan, 2.691 Karyawan Chevron Setuju Gabung Pertamina

Alih Kelola Blok Rokan, 2.691 Karyawan Chevron Setuju Gabung Pertamina

Whats New
Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Whats New
[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas 'Words Bubble Up Like Soda Pop' | 'Rurouni Kenshin: The Beginning' Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel 'Venom' Dirilis

[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas "Words Bubble Up Like Soda Pop" | "Rurouni Kenshin: The Beginning" Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel "Venom" Dirilis

Rilis
BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

Rilis
Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Rilis
Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Whats New
Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Rilis
Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Whats New
Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X