Tercatat Sebagai Saham Syariah, WMUU Ungkap Rencana Ekspor

Kompas.com - 02/02/2021, 18:55 WIB
Lokasi Peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas di Dusun Togor, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul Rabu (19/9/2018) Kompas.com/Markus YuwonoLokasi Peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas di Dusun Togor, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul Rabu (19/9/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (2/2/2021).

Pada penawaran perdana, saham WMUU ditawarkan di harga Rp 180 per saham dan mampu melesat 34 persen pada penutupan perdagangan sore ini.

Dalam pencatatan di BEI, saham emiten yang bergerak di sektor peternakan ayam terintegrasi ini, masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) berdasarkan keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-03/D.04/2021 tentang Penetapan Saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk sebagai Efek Syariah pada tanggal 22 Januari 2021.

Baca juga: Jack Ma Didepak dari Daftar Pengusaha oleh Pemerintah China

Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Widodo Makmur Unggas Tbk, Tri Mahawijaya Herlambang, menyatakan usai menjalankan IPO, Perseroan akan merealisasikan rencana ekspor ke negara tetangga pada tengah tahun ini.

Ia mengatakan, kelengkapan dokumen dan fasilitas produksi yang telah dibangun berstandar dan bersertifikat internasional, tentunya mampu membuka peluang ekspansi WMUU.

"Paling tidak di kuartal II atau III, kita sudah mulai ekspor ke negara tetangga," jelas Tri dalam video konferensi, Selasa (2/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komisaris Utama WMUU Tumiyana mengatakan, perseroan akan tetap on the track untuk merealisasikan target kinerja di tahun 2021 dengan revisi target belanja modal atau capital expendicture (capex) menjadi Rp 1,5 triliun dari semula Rp 1,9 triliun.

Capex on progress, pendapatan masih dalam posisi tidak akan dikoreksi,” kata Tumiyana.

Penggunaan dana capex menurut Tumiyana masih sesuai rencana untuk memenuhi fasilitas produksi, merampungkan pabrik pakan ternak yang ada di Ngawi pada kuartal IV-2021, dan peningkatan volume ayam broiler.

Proporsi pendanaan untuk memenuhi ekspansi tahun ini berasal dari IPO, dan juga internal.

Tumiyana optimistis, kinerja perseroan juga akan terus tumbuh dengan kenaikan kapasitas rumah potong hewan unggas sebanyak 25.500 ekor per jam.

Baca juga: Pembentukan Indonesia Battery Holding Ditargetkan Rampung di Semester I 2021

"Jadi kaidah keuangan itu masih kita penuhi dengan asumsi capex Rp 1,5 triliun. Nanti di tahun 2022 seiring dengan peningkatan kapasitas maka total capex spending masih bisa landing lagi,” jelas dia.

Direktur Utama WMUU Ali Mas'adi mengatakan, penurunan capex tidak akan mengurangi target pendapatan Perseroan di tahun 2021 sebesar Rp 4,3 triliun. Sebab, pendapatan mature perseroan berasal dari RPA yang masih sesuai rencana.

Saat ini fasilitas pabrik dari breeding farm, commercial, hatcery, slaughterhouse sudah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI), sehingga untuk persyaratan ekspor sudah terpenuhi dan bisa segera merealisasikannya.




Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.