Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro Terkontraksi 6,8 Persen di 2020

Kompas.com - 02/02/2021, 19:45 WIB
Uni Eropa ShutterstockUni Eropa

LONDON, KOMPAS.com - Perekonomian kawasan negara yang tergabung dalam euro zone, yakni 19 negara kawasan Uni Eropa yang menggunakan mata uang euro terkontraksi 0,7 persen pada kuartal terakhir tahun 2020.

Sebab, banyak negara di kawasan tersebut kembali memberlakukan pembatasan sosial yang ketat untuk menekan gelombang kedua persebaran virus corona (Covid-19).

Dilansir dari CNBC, Selasa (2/2/20202) kantor statistik kawasan Uni Eropa, Eurostat memperkirakan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan tersebut mengalami kontraksi hingga 6,8 persen sepanjang tahun 2020.

Baca juga: Permintaan BBM Diprediksi Terus Menurun, Ini Upaya Pertamina agar Tetap Eksis

Sebelumnya, kawasan euro zone sempat tumbuh tinggi, yakni menccapai 12,4 persen pada kuartal III. Tingkat infeksi yang rendah membuat pemerintah setempat bisa melonggarkan pembatasan sosial dan kembali membuka perekonomian.

Namun demikian, darurat kesehatan kembali terjadi pada tiga bulan terakhir tahun 2020. Jerman dan Prancis bahkan memberlakukan lockdown atau isolasi total secara nasional di akhir tahun. Pengetatan pembatasan sosial tersebut kembali menekan kinerja perekonomian.

Berdasarkan data yang dirilis pada pekan lalu, ekonomi jerman tumbuh 0,1 persen di kuartal IV-2020, sementara Spanyol tumbuh 0,4 persen, dan Prancis pada kuartal yang sama mengalami kontraksi 1,3 persen.

Angka-angka tersebut sebenarnya melampaui proyeksi analis dan menunjukkan pelaku usaha mulai bisa beradaptasi sebaik mungkin dengan kebijakan lockdown.

Di sisi lain, pada tiga bulan terakhir tahun 2020 juga diiringi dengan berita terkait pemberian izin terhadap vaksin pertama Covid-19. Hal itu setidaknya memberikan optimisme, pandemi akan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baca juga: OJK: Bank Siap Salurkan Kredit Bersuku Bunga Murah

 

Meski demikian, proses distribusi yang cenderung lambat membuat ekonom khawatir hal itu bakal turut memperlambat proses pemulihan ekonomi.

Dana Moneter Internasional (IMF) pun telah mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi euro zone pada tahun 2021. IMF pekan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut sebesar 1 poin persentase menjadi 4,2 persen tahun ini.

Empat negara perekonomian terbesar euro zone, Jerman, Prancis, Italia, serta Spanyol mengalami pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2021.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Whats New
Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X