Menhub: Bandara Ahmad Yani yang Terdampak Banjir Mulai Bisa Digunakan

Kompas.com - 07/02/2021, 10:58 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers terkait perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182,  di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan konsentrasi pencarian hingga hari ini berfokus pada upaya pencarian korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 sejalan dengan upaya pencarian black box atau kotak hitam pesawat. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. FAUZANMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers terkait perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan konsentrasi pencarian hingga hari ini berfokus pada upaya pencarian korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 sejalan dengan upaya pencarian black box atau kotak hitam pesawat. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau simpul-simpul transportasi seperti bandara, stasiun, pelabuhan, dan terminal yang terdampak banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dia bertolak dari Jakarta menuju Semarang pada Minggu (7/2/2021) pukul 08.30 WIB.

“Saya mendapat laporan bahwa Bandara Ahmad Yani Semarang mulai Minggu pagi ini sudah bisa digunakan dengan catatan tertentu. Oleh karena itu saya ingin mengecek kondisi terkini di Bandara dan juga di Stasiun dan Pelabuhan,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Baca juga: Menhub Tinjau Pelabuhan Yos Sudarso, Cek Penerapan Protokol Kesehatan

Berdasarkan laporan KSOP Semarang, kondisi terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas yang pada Sabtu (6/2/2021) tergenang banjir, hari ini berangsur-angsur mulai surut.

KSOP Semarang telah menyiagakan pompa untuk menyedot genangan air.

Sementara itu, kondisi Stasiun Tawang dan jalur kereta api di sejumlah titik hingga Minggu pagi masih tergenang air sehingga perjalanan kereta api pagi masih belum bisa beroperasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan di Stasiun Poncol genangan air dilaporkan sudah surut.

PT KAI telah melakukan perubahan pola operasi pada perjalanan kereta api jarak jauh, dengan mengalihkan perjalanan ke jalur selatan dan juga melakukan pengalihan kepada penumpang ka dengan menggunakan transportasi bus.

Baca juga: [POPULER MONEY] CEO Eiger Minta Maaf | Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Minus

Curah hujan tinggi di Semarang menyebabkan terjadinya banjir yang menyebabkan sejumlah simpul-simpul transportasi di Semarang seperti bandara, stasiun, dan pelabuhan tidak dapat beroperasi karena tergenang air.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan lebat mulai Jumat lalu hingga beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, sebanyak 21 jadwal penerbangan dari beberapa maskapai terdampak banjir yang menggenangi landas pacu Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, sehingga harus dialihkan dan ditunda akibat tingginya curah hujan.

"Sampai dengan saat ini terdapat 21 penerbangan yang terdampak baik kedatangan maupun keberangkatan dengan rute penerbangan dari dan ke Jakarta, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar," kata General Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto dilansir dari Antara, Minggu (7/2/2021).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.