IHSG Lanjutkan Penguatan Menuju Level 6.300, Rupiah Tembus Rp 13.800 Per Dollar AS

Kompas.com - 16/02/2021, 09:34 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (16/2/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.13 WIB, IHSG berada pada level 6.287,88 atau naik 17,56 poin (0,28 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.270,32.

Sebanyak 181 saham melaju di zona hijau dan 154 saham di zona merah. Sedangkan 176 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,47 triliun dengan volume 1,9 miliar saham.

Baca juga: Ini Daftar Uang Rupiah Belum Dipotong yang Beredar

Bursa Asia pagi ini positif, dengan kenaikan indeks Nikkei 1,24 persen, indeks Strait Times 0,18 persen, dan Hang Seng Hong Kong 1,23 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, berdasarkan indikator, MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif.

“Di sisi lain, terlihat pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” kata Nafan dalam rekomendasinya, Senin (15/2/2021).

Sementara nilai tukar rupiah juga masih terus melaju pada awal sesi perdagangan di pasr spot pagi ini.

Melansir data Bloomberg, rupiah pada pukul 09.00 WIB berada pada level Rp 13.895 per dollar AS atau menguat 0,11 persen (15 poin) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 13.910 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah terhadap dollar AS pagi ini terjadi karena minat pasar terhadap aset berisiko yang masih tinggi pagi ini. Selain itu, Indeks-indeks saham juga bergerak positif.

“Minat pasar yang tinggi ini didukung berita positif mengenai kemajuan vaksinasi Covid-19 global, menurunnya kasus baru harian Covid-19, dan prospek stimulus besar pemerintah AS. Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS hari ini,” kata Ariston.

Dari dalam negri, selain kasus baru harian Covid-19 yang juga menurun, surplus neraca perdagangan Indonesia bulan Januari juga bisa membantu penguatan rupiah hari ini.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 13.850 per dollar AS sampai dengan Rp 13.980 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Berpeluang Tembus Level 6.300? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.