Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

RI-UEA Telah Teken 7 Kesepakatan Kerja Sama

Kompas.com - 05/03/2021, 21:00 WIB
Ade Miranti Karunia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, terdapat tujuh kesepakatan yang telah ditandatangani antara pemerintah Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Kesepakatan ini termasuk dalam rangkaian Indonesia-Emirates Amazing Week 2021, salah satu agenda yang menghadirkan para pelaku usaha.

"Paling tidak terdapat berapa perjanjian yang ditandatangani pada bisnis forum kali ini. Pertama adalah masalah mangrove. Tadi saya sudah sebutkan bahwa ada program pemerintah 620.000 hektar dan tahun 150.000 hektar dan kita juga bekerja sama sebagian nanti dengan United Emirat Arab," ujarnya dalam konfrensi pers virtual, Jumat (5/3/2021).

Selanjutnya, penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) on Cooperation in The Field of Creative Economy, MoU Technical Arrangement on Word Conference of Creative Economy, dan joint venture antara DP Word dan PT Maspion.

Baca juga: Catat, Ini Daftar Terbaru 17 Bisnis Gadai Ilegal

Selain itu ada juga MoU World Logistic Passport Agreement, MoU antara Pindad dan Pertamina dengan Adnoc Lulu Lease Agreement.

"Ketujuh, telah ditandatangani juga adalah a letter of intent antara pihak United Emirat Arab dan juga dengan Gubernur Aceh, di mana nanti mereka ada beberapa pulau yang akan menjadi tujuan turis di sana. Saya kira program itu akan segera kita selesaikan," kata Luhut

Lebih lanjut kata Luhut, sebelum dilakukan penandatanganan, pemerintah UEA yang diwakili Menteri Industri dan Energi, Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei telah bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tadi Mister Suhail sudah berkunjung ketemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, dan juga sudah banyak tadi yang dibicarakan ada sembilan titik. Dan itu semua saya kira sekarang bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Baca juga: 5 Tren Produk 2021 yang Bisa Jadi Peluang Bisnis

Dalam kesempatan itu, Menteri Suhail mengungkapkan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja membuat pemerintahannya tertarik dan menyakini akan tercipta lebih banyak jalinan kemitraan kerja sama internasional. Terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, pemerintah UEA juga antusias dengan adanya sovereign wealth fund (SWF) yang telah terbentuk di Indonesia.

"Ke depan, kami akan bekerja sama dan mengidentifikasi apapun soal investasi. Tidak hanya investasi proyek pemerintahan, tetapi seluruh sektor perusahaan swasta," ucapnya.

Baca juga: Luhut: Jangan Semua Impor

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PAM Jaya Buka Lowongan Kerja hingga 24 Juni 2024, Simak Persyaratannya

PAM Jaya Buka Lowongan Kerja hingga 24 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Apa Saja Keuntungan Investasi Reksadana?

Apa Saja Keuntungan Investasi Reksadana?

Work Smart
Gandeng Dukcapil, OJK Tingkatkan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Gandeng Dukcapil, OJK Tingkatkan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Whats New
Pemanfaatan Gas Domestik Hanya Naik 10 Persen dalam 10 Tahun Terakhir

Pemanfaatan Gas Domestik Hanya Naik 10 Persen dalam 10 Tahun Terakhir

Whats New
IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Saham PGEO Naik 10 Persen

IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Saham PGEO Naik 10 Persen

Whats New
Catat, Ini Honor Petugas dan Pengawas Pilkada 2024

Catat, Ini Honor Petugas dan Pengawas Pilkada 2024

Whats New
Ada Gangguan Sistem Imigrasi, Angkasa Pura Tambah Petugas Operasional di Bandara

Ada Gangguan Sistem Imigrasi, Angkasa Pura Tambah Petugas Operasional di Bandara

Whats New
Kian Tertekan, Rupiah Dekati Rp 16.500 Per Dollar AS

Kian Tertekan, Rupiah Dekati Rp 16.500 Per Dollar AS

Whats New
Hong Kong Jadi Kota Termahal di Asia, Harga Tanah Capai Rp 74 Juta Per Meter Persegi

Hong Kong Jadi Kota Termahal di Asia, Harga Tanah Capai Rp 74 Juta Per Meter Persegi

Whats New
Pertamina International Shipping Raup Laba Rp 5,4 triliun Sepanjang 2023, Naik 60,94 Persen

Pertamina International Shipping Raup Laba Rp 5,4 triliun Sepanjang 2023, Naik 60,94 Persen

Whats New
Cara Beli Tiket Konser Bruno Mars lewat Livin' by Mandiri

Cara Beli Tiket Konser Bruno Mars lewat Livin' by Mandiri

Whats New
Mendag Zulhas Bakal Perketat Impor Produk Keramik

Mendag Zulhas Bakal Perketat Impor Produk Keramik

Whats New
Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Whats New
Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Whats New
KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com