Cerita Erick Thohir saat Pertama Kali Menjabat Dapat Laporan 159 BUMN Tersangkut Korupsi

Kompas.com - 05/03/2021, 20:02 WIB
Erick Thohir bersama tanaman hias janda bolong. mcaErick Thohir bersama tanaman hias janda bolong.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pada saat pertama kali menjabat sebagai menteri dirinya mendapat laporan bahwa banyak BUMN yang tersangkut kasus hukum.

Atas dasar itu, Erick memutuskan mengubah sistem yang ada di BUMN agar hal serupa tak terjadi lagi di kemudian harinya.

“Bayangkan, pertama kali menjabat saya mendapat laporan 159 BUMN kena kasus korupsi, 53 tersangka,” ujar Erick saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional HIPMI 2021, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Mantan bos Inter Milan ini menjelaskan, banyak perusahaan pelat merah tersangkut kasus hukum karena tak mengikuti ekosistem bisnis yang sehat.

“Karena apa, bukan menciptakan ekosistem investasi yang sehat, tapi berdasarkan project base, tidak bisnis proses, itu yang saya tekankan lagi. Jadi dua-duanya ekosistem, ekosistem berpartner dan ekosistem dalam pembangunan investasi yang sehat melalui bisnis proses, bukan project base,” kata dia.

Erick menginginkan ke depannya BUMN bisa berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri. Namun, kerja sama itu harus saling menguntungkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Erick Thohir akan Lakukan Swastanisasi BUMN yang Pendapatannya di Bawah Rp 50 Miliar

“Bahwa jelas pondasi 5 prioritas yang ada di BUMN ini berubah total daripada sebelumnya. Yang selama ini BUMN (jadi) menari gading, sekarang kita taruh ekosistem kerja sama, tapi sesuai core bisnisnya BUMN tersebut dan partnership-nya. Supply chain harus sama-sama menguntungkan,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laba Bersih Pelita Samudera Shipping Melonjak 193 Persen pada Kuartal III-2021

Laba Bersih Pelita Samudera Shipping Melonjak 193 Persen pada Kuartal III-2021

Rilis
Andai Bangkrut, Posisi Garuda Digantikan Pelita Air Milik Pertamina

Andai Bangkrut, Posisi Garuda Digantikan Pelita Air Milik Pertamina

Whats New
Tarif Terbaru Tes PCR Tak Berlaku bagi Rumah Sakit yang Dapat Bantuan Pemeriksaan dari Pemerintah

Tarif Terbaru Tes PCR Tak Berlaku bagi Rumah Sakit yang Dapat Bantuan Pemeriksaan dari Pemerintah

Whats New
September 2021, Kredit Perbankan Tumbuh Makin Cepat

September 2021, Kredit Perbankan Tumbuh Makin Cepat

Whats New
Kena PHK, Zalzilah Hidupkan Batik Semarang yang Sempat Mati Suri

Kena PHK, Zalzilah Hidupkan Batik Semarang yang Sempat Mati Suri

Work Smart
Berapa Harga Pasang Iklan di Instagram Ads?

Berapa Harga Pasang Iklan di Instagram Ads?

Spend Smart
Apa yang Dimaksud dengan Iklan?

Apa yang Dimaksud dengan Iklan?

Whats New
Program Makmur Pupuk Kaltim Berhasil Tingkatkan Produktivitas Buah-buahan

Program Makmur Pupuk Kaltim Berhasil Tingkatkan Produktivitas Buah-buahan

Rilis
UMKM Mau Tingkatkan Penjualan? Coba Strategi Omnichannel

UMKM Mau Tingkatkan Penjualan? Coba Strategi Omnichannel

Smartpreneur
Pendapatan Bunga Melesat, Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 564 Miliar

Pendapatan Bunga Melesat, Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 564 Miliar

Rilis
Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Rokok dan Mandeknya Reformasi Fiskal

Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Rokok dan Mandeknya Reformasi Fiskal

Whats New
Sri Mulyani Minta Pendidikan Syariah Ciptakan SDM Sesuai Kualifikasi Industri

Sri Mulyani Minta Pendidikan Syariah Ciptakan SDM Sesuai Kualifikasi Industri

Whats New
IHSG Turun 1,02 Persen di Perdagangan Sesi I, Asing Lepas PTBA, BBRI, dan BBCA

IHSG Turun 1,02 Persen di Perdagangan Sesi I, Asing Lepas PTBA, BBRI, dan BBCA

Whats New
Jadi Bank Syariah Besar, BSI Diprediksi Bakal Jadi Penopang Industri Halal Nasional

Jadi Bank Syariah Besar, BSI Diprediksi Bakal Jadi Penopang Industri Halal Nasional

Rilis
TOWR Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 5,6 Triliun Dalam Jangka Waktu 5,5 Tahun

TOWR Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 5,6 Triliun Dalam Jangka Waktu 5,5 Tahun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.