Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Kompas.com - 02/03/2021, 21:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 27 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kerja sama ini dilakukan dalam rangka pencegahan korupsi di tubuh perusahaan plat merah.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, sejak awal menjabat dirinya langsung berfokus untuk melakukan transformasi dan transparansi di perusahaan-perusahaan milik negara. Sebab, dia melihat banyak BUMN yang tersandung kasus hukum.

“Saya di awal pada saat bekerja, ketika membuka data kasus hukum di Kementerian BUMN itu jumlahnya banyak, 159 waktu itu, dan yang menjadi tersangka kurang lebih 53,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Melihat kondisi tersebut, Erick lebih memilih memperbaiki sistem yang ada di BUMN ketimbang menyalahkan individu-individu yang tersangkut kasus hukum.

“Saya jadi pimpinan tentu berpikir terbalik, bagaimana tentu Kementerian BUMN intropeksi diri dibanding menyalahi yang kena. Saya yakin dengan memperbaiki sistem dan memilih pimpinan BUMN yang beritegritas, tentu diharapkan bisa meminimalisasi kasus-kasus tersebut,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Sebagai langkah kongkret, pada Desember 2020 lalu Erick mendatangi KPK. Saat itu, ada dua BUMN yang dikerjasamakan dengan lembaga anti rasuah tersebut.

Baca juga: Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

“Saya bicara dengan pimpinan dan Ketua KPK, kok hanya dua BUMN yang tanda tangan, makanya saya mendorong semua BUMN yang ada ikut program ini. Hari ini alhamdulillah kita kerja sama 27, cukup? enggak, karena kita harap seluruh BUMN yang ada seperti kita menyepakati seluruh program ISO dan Alhamdulillah 80 persen BUMN ikut menandatangani,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Beli Minyakita Pakai KTP Itu Terlalu Ribet'

"Beli Minyakita Pakai KTP Itu Terlalu Ribet"

Whats New
Minyakita Langka, Dewan Minyak Sawit Duga Produsen Sengaja Tidak Produksi

Minyakita Langka, Dewan Minyak Sawit Duga Produsen Sengaja Tidak Produksi

Whats New
Kemenhub: Keberadaan Pilot dan Penumpang Susi Air di Nduga Belum Diketahui Pasti

Kemenhub: Keberadaan Pilot dan Penumpang Susi Air di Nduga Belum Diketahui Pasti

Whats New
Segera Daftar, PT Pegadaian Masih Buka Lowongan Kerja

Segera Daftar, PT Pegadaian Masih Buka Lowongan Kerja

Work Smart
IHSG Diproyeksi Tertekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diproyeksi Tertekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Investor Asing Kembali Catat 'Net Buy', Ini Saham-saham yang Paling Diminati

Investor Asing Kembali Catat "Net Buy", Ini Saham-saham yang Paling Diminati

Earn Smart
Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Lapangan Terbang Paro di Nduga Ditutup Sementara

Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Lapangan Terbang Paro di Nduga Ditutup Sementara

Whats New
Gaji UMK atau UMR Lamongan 2023 Terbaru

Gaji UMK atau UMR Lamongan 2023 Terbaru

Work Smart
Saldo Kurang Saat Bayar Tol MLFF, Pengendara Diberikan Waktu 2 Jam untuk 'Top Up'

Saldo Kurang Saat Bayar Tol MLFF, Pengendara Diberikan Waktu 2 Jam untuk "Top Up"

Whats New
Info Gaji UMK atau UMR Banyuwangi Tahun 2023 Terbaru

Info Gaji UMK atau UMR Banyuwangi Tahun 2023 Terbaru

Work Smart
Bandingkan Defisit APBN RI dengan Negara Maju, Kemenkeu: Cukup Baik

Bandingkan Defisit APBN RI dengan Negara Maju, Kemenkeu: Cukup Baik

Whats New
Mendag Bikin Aturan: Beli MinyaKita Maksimal 10 Liter, Harus Pakai KTP

Mendag Bikin Aturan: Beli MinyaKita Maksimal 10 Liter, Harus Pakai KTP

Whats New
Pembangunan Dilanjutkan, LRT Jakarta Akan Terhubung ke Manggarai, MRT Bakal sampai Bekasi

Pembangunan Dilanjutkan, LRT Jakarta Akan Terhubung ke Manggarai, MRT Bakal sampai Bekasi

Whats New
Menhub: LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Rampung di September 2024

Menhub: LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Rampung di September 2024

Whats New
3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

Rilis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+