Sepekan IHSG Naik 1,59 Persen, Kapitalisasi Pasar Capai Rp 7.438 Triliun

Kompas.com - 13/03/2021, 11:45 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi IHSG

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan atau periode 8-12 Maret 2021 naik 1,59 persen, menjadi di level 6.358,2 dari level 6.258,7 di penutupan pekan lalu.

Dalam keterangan resmi BEI, Sabtu (13/3/2021), kenaikan itu seiring pula dengan peningkatan kapitalisasi pasar bursa sebesar 1,17 persen, menjadi Rp 7.438,5 triliun dari posisi pada pekan lalu yang sebesar Rp 7.352,2 triliun.

Meski demikian, terjadi penurunan pada volume transaksi harian, frekuensi harian, dan nilai transaksi harian dibandingkan penutupan pasar modal di pekan sebelumnya.

Baca juga: Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Cara Membeli

Rata-rata volume transaksi harian bursa turun 18,60 persen selama sepekan menjadi 17.921 miliar saham dari pekan lalu yang sebanyak 22.015 miliar saham.

Lalu rata-rata frekuensi transaksi harian turun naik 14,11 persen menjadi 1.209.323 kali transaksi dibandingkan penutupan pekan lalu yang sebanyak 1.408.070 kali transaksi.

Sementara rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan tercatat turun 15,94 persen atau menjadi Rp 11,9 triliun dari Rp 14,2 triliun pada penutupan pekan lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun investor asing pada penutupan pekan ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 456,76 miliar. Sedangkan sepanjang tahun berjalan 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 12,7 triliun.

Pada pekan ini PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) mulai dicatatkan di papan utama dan PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) tercatat di papan pengembangan BEI. Keduanya masing-masing menjadi perusahaan kedelapan dan kesembilan yang tercatat di BEI pada 2021.

Selain itu, ada pula pencatatan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap II Tahun 2021 oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan nilai emisi sebesar Rp 2,75 triliun.

Baca juga: OJK Wajibkan Emiten Delisting Buyback Saham dari Investor

Maka total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2021 sebanyak 14 emisi dari 12 emiten senilai Rp 14,60 triliun.

Dengan tambahan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 475 emisi dengan nilai outstanding Rp 428,8 triliun dan 47,5 juta dolar AS yang diterbitkan 130 emiten.
Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI kini berjumlah 140 seri dengan nilai Rp 4.086,8 triliun dan 400 juta dolar AS. Sementara EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp 7,25 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X