Profil Kang Dede, Komisaris Pelni dan Tim Medsos Jokowi Saat Pilpres

Kompas.com - 12/04/2021, 11:40 WIB
Kristia Budiyarto Komisaris BUMN (Komisaris Pelni) Screenshot Twitter Kang DedeKristia Budiyarto Komisaris BUMN (Komisaris Pelni)

JAKARTA, KOMPAS.com - Di jagat dunia maya, khusnya lini masa Twitter Tanah Air, nama Kang Dede cukup populer. Nama aslinya adalah Kristia Budiyarto (profil Kristia Budiyarto). 

Ia adalah pemilik akun @kangdede78 di Twitter yang sudah bercentang biru (terverifikasi) dan memiliki 99,5 ribu pengikut.

Pada November 2020 lalu, Menteri BUMN Erick Thohir, mengangkat Kristia Budiyarto sebagai Komisaris PT Pelni (Persero) sebagai komisaris independen.

Kristia Budiyarto atau Kang Dede ditunjuk sebagai komisaris menggantikan Hario Mumpuni yang diberhentikan dengan hormat.

Baca juga: Stafsus Erick Thohir Bantah Ada Permintaan Komisaris BUMN dari MUI

Penunjukannya sebagai komisaris BUMN ini tertuang dalam urat Kementerian BUMN Nomor: SK-354/MBU/11/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat kontestasi Pilpres 2019, peranan Kang Dede sebagai pegiat media sosial yang mendukung Jokowi bisa dibilang cukup siginifikan.

Sebagaimana dilihat dari riwayat cuitannya di Twitter, sebagai relawan Jokowi, Kang Dede atau Kristia Budiyarto terbilang cukup aktif mencuit.

Baik menyosialisasikan program pemerintah atau petahana maupun meng-counter berbagai isu negatif yang menyerang Presiden Jokowi.

Baca juga: Derita Waskita: Utang Menggunung, Rugi Triliunan, Anak Digugat Pailit

Saat Pilpres 2019 lalu, Kristia Budiyarto bahkan mengorganisasi Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf untuk berperang di udara alias di media sosial.

Salah satunya meramaikan tagar #Albantani di Twitter. Albantani sendiri merujuk pada nama Imam Besar Masjidil Haram di Makkah, Muhammad Nawawi al-Bantani.

Ulama asal Banten tersebut merupakan kakek buyut dari pasangan Ma'ruf Amin. Tagar itu bertujuan untuk menggaet pemilih muslim yang ada di provinsi debus tersebut.

Baca juga: Terlilit Utang Besar, Setahun BUMN Waskita Bayar Bunga Rp 4,74 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.