Terlilit Utang Besar, Setahun BUMN Waskita Bayar Bunga Rp 4,74 Triliun

Kompas.com - 10/04/2021, 09:18 WIB
Ilustrasi: Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo dibangun oleh PT Waskita Toll Road di Jawa Timur, Minggu (26/5/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo dibangun oleh PT Waskita Toll Road di Jawa Timur, Minggu (26/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) terbelit utang besar. Akibat utang menggunung tersebut, kinerja BUMN karya itu tertekan dengan beban bunga yang sangat besar.

Dikutip dari laporan keuangan per 31 Desember 2020, total utang yang ditanggung Waskita Karya adalah sebesar hampir Rp 90 triliun, atau tepatnya Rp 89,011 triliun. Rinciannya, utang jangka pendek sebesar Rp 48,237 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 40,773 triliun.

Dengan jumlah utang sebesar itu, Waskita Karya harus mengeluarkan biaya sebagai beban pinjaman mencapai Rp 4,74 triliun hanya untuk membayar bunga saja.

Beban bunga tersebut naik sebesar 31 persen dibandingkan pada tahun 2019. Utang yang melonjak diakibatkan bertambahnya jumlah proyek ruas tol yang dibangun perosahaan.

Baca juga: Intip Pengeluaran Gaji Karyawan BUMN Waskita yang Rugi Rp 7 Triliun

Dari sisi laporan laba rugi, perusahaan mencatatkan rugi sebesar Rp 7,38 triliun.
Dalam laporan keuangan perusahaan tahun 2020, angka rugi tersebut merupakan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Kerugian besar Waskita Karya sepanjang tahun 2020 menyebabkan jumlah ekuitas atau modal perusahaan ikut tergerus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Per 31 Desember 2019, jumlah ekuitas perusahaan masih tercatat sebesar 29,118 triliun. Namun di akhir 2020 jumlah ekuitas anjlok hingga menyisakan sebesar Rp 16,577 triliun atau tersapu hampir separuhnya.

Sementara itu dari sisi jumlah aset juga mengalami penurunan, dari Rp 122,589 triliun di 2019 lalu menjadi Rp 105,588 triliun di akhir 2020.

Baca juga: Derita Waskita: Utang Menggunung, Rugi Triliunan, Anak Digugat Pailit

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, mengatakan penurunan kinerja keuangan perseroan terjadi karena pandemi Covid-19.

Ia menyebut, akibat pandemi, perusahaan terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk implementasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.