Kuartal I-2021, Laba Bersih CIMB Niaga Merosot 5,6 Persen

Kompas.com - 30/04/2021, 06:58 WIB
CIMB Niaga CIMB NiagaCIMB Niaga

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 996 miliar pada kuartal I-2021.

Laba itu menghasilkan earnings per share Rp 39,95.

Capaian laba bersih tersebut merosot 5,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yang mencapai Rp 1,1 triliun, dengan earnings per share Rp 42,33.

Baca juga: Anjlok 41,76 Persen, Laba Bersih Danamon Kuartal I 2021 Capai Rp 522 Miliar

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, pihaknya berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing sebesar 8,3 persen year on year (yoy) dan 16,1 persen yoy.

“Pencapaian ini menghasilkan tingkat profitabilitas kembali ke level sebelum Covid-19 dengan Return on Equity (ROE) sebesar 10,5 persen. Kinerja tersebut merupakan kontribusi dari margin yang lebih tinggi, peningkatan pada fee income, dan biaya operasional yang flat,” tutur Tigor dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat masing-masing pada posisi sebesar 22,1 persen dan 85,3 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun total aset bank dengan kode emiten BNGA itu hingga 31 Maret 2021 sebesar Rp 272,6 triliun.

“CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset,” ujar Tigor.

Baca juga: Induk Perusahaan Google Cetak Laba hingga Rp 800 Triliun di Kuartal I-2021

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 200,1 triliun dengan rasio CASA sebesar 63,3 persen, sejalan dengan komitmen CIMB Niaga untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

Lalu, jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp 173,4 triliun, utamanya dikontribusikan oleh bisnis consumer banking yang tumbuh 1,6 persen yoy, kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 5,2 persen yoy, sementara kredit pemilikan mobil (KPM) meningkat sebesar 5,4 persen yoy.

“Pertumbuhan pada segmen KPR merupakan bukti dari upaya berkelanjutan yang kami lakukan dalam menghadirkan produk dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah, diimbangi dengan prinsip kehati-hatian dan pengawasan yang ketat dalam penyaluran kredit,” ucap Tigor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X