India Bisa Menjadi Pelajaran Berharga Buat RI

Kompas.com - 11/05/2021, 19:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka webminar 'Membangun Ekosistem Digital: Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia', yang diselenggarakan INJABAR Unpad, Jumat (23/4/2021). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka webminar 'Membangun Ekosistem Digital: Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia', yang diselenggarakan INJABAR Unpad, Jumat (23/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, fenomena kasus Covid-19 yang meningkat di India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia.

Tercatat saat ini infeksi Covid-19 mencapai 400.000 per hari dengan tingkat kematian mencapai 3.900 per hari. Dia pun meminta Indonesia untuk selalu waspada dan mengedepankan langkah-langkah antisipatif.

"Presiden telah memberi arahan bahwa segala upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19 di Tanah Air agar tidak diubah dan ditingkatkan performanya," kata Airlangga dalam siaran pers, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Indonesia Kirim 1.400 Tabung Oksigen ke India

Adapun salah satu langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah adalah meniadakan mudik menjelang momen Hari Raya Idul Fitri.

Airlangga menuturkan, langkah itu terbilang tepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus, saat vaksinasi Covid-19 terus dilakukan pemerintah.

"Oleh karenanya, saya mengajak kita semua untuk terus patuh dan disiplin, terutama dalam memakai masker, dan menghindari kerumunan. Jangan sampai kendor," sebut dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khusus untuk India, pemerintah sendiri melalui kerja sama Asosiasi Gas Industri Indonesia bakal mengirim bantuan 3.400 tabung oksigen dengan nominal Rp 2 miliar.

Pada tahap pertama, pemerintah sudah mengirim sebanyak 1.400 tabung gas oksigen. Dia menekankan, bantuan tabung oksigen ke India tidak akan mengganggu pasokan tabung oksigen di dalam negeri.

“Ini sudah mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri, jadi tidak akan mengganggu pasokan nasional,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X