Pemerintah Dinilai Perlu Realisasi Transfer ke Daerah Berbasis Kinerja

Kompas.com - 28/08/2021, 17:24 WIB
Ilustrasi rupiah Shutterstock/PramataIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - The Asia Foundation mendorong pemerintah segera merealisasikan transfer ke daerah berbasis kinerja. Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam pengelolaan keuangan di Indonesia.

Deputy Director of Environmental Government Unit The Asia Foundation, Alam Suryaputra mengatakan, opsi itu bisa menjadi salah satu ara untuk mewujudkan target penurunan emisi karbon sesuai Perjanjian Paris (Paris Agreement).

Melalui program Transfer Anggaran Propinsi Berbasis Ekologis (TAPE), kabupaten yang berkinerja ekologi baik akan mendapatkan insentif lebih dari pemerintah propinsi di atasnya.

Baca juga: Dana Desa dan Transfer Daerah Mengendap Rp 234 Triliun, Kok Bisa?

“Pemerintah daerah yang berkinerja baik dalam pengelolaan lingkungan hidup akan mendapat reward atau insentif anggaran keuangan dari pemerintahan di atasnya,” kata Alam dalam siaran pers, Sabtu (28/8/2021).

Alam menuturkan, cara ini juga bisa dilakukan di desa-desa. Nantinya, desa-desa yang berkinerja ekologi baik bisa mendapatkan insentif lebih dari pemerintah kabupaten.

Dana insentif digunakan untuk pengembangan pelestarian hutan atau menggerakkan ekonomi berkelanjutan di daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini bisa untuk mendukung berjalannya upaya pelestarian hutan di wilayah-wilayah kaya hutan di Indonesia," beber dia.

Kajian soal transfer ke daerah berbasis kinerja ini juga sudah dikaji oleh Lembaga Research Centre for Climate Change (RCCC) Universitas Indonesia (UI).

Baca juga: Luhut Minta Sebagian Dana Desa untuk Belanja Alat Tes Covid-19

Berdasarkan kajian, desa dengan ekologi baik mendapat dana insentif yang lebih besar sehingga bisa digunakan untuk pelestarian hutan dan pengembangan ekonomi di daerah.

Tim riset RCCC UI Rafie Mohammad menyebut, ketika data wilayah tutupan hutan itu dimasukkan ke dalam perhitungan DAU, maka kabupaten-kabupaten kaya hutan ini akan mendapatkan tambahan dana insentif yang besar.

”Bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Bahkan, daerah yang memiliki tutupan hutan sangat besar bisa mendapatkan tambahan dana lebih dari seratus juta rupiah,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.