Kemenaker Sebut Naiknya Jumlah Pengangguran Jadi Tantangan Berat

Kompas.com - 02/09/2021, 18:08 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi saat memberikan arahan secara virtual dalam rapat koordinasi (rakor) percepatan penyelenggaraan ULD Bidang Ketenagakerjaan Provinsi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (12/8/2021).
DOK. Humas KemenakerSekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi saat memberikan arahan secara virtual dalam rapat koordinasi (rakor) percepatan penyelenggaraan ULD Bidang Ketenagakerjaan Provinsi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (12/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemenaker) Anwar Sanusi menilai, naiknya jumlah pengangguran menjadi tantangan berat bagi Indonesia di tengah pandemi Covid-19. 

Bahkan dia memprediksi, pandemi Covid-19 akan membuat sekitar 10 juta pengusaha mandiri berhenti bekerja dan 10 juta lainnya mengalami penurunan pendapatan lebih dari 40 persen.

"Ini merupakan tantangan yang berat bagi ketenagakerjaan di Indonesia meskipun meningkatnya jumlah pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Kemenaker mengatakan, bertambahnya angka pengangguran pada angkatan kerja usia muda juga disebabkan berbagai faktor, seperti spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan dan kurangnya pengetahuan serta keahlian terhadap lowongan pekerjaan.

Baca juga: PT KAI Sebut RI Belum Bayar Modal Awal Proyek Kereta Cepat Rp 4,3 Triliun ke China

Kemenaker mengaku terus berupaya mengurangi angka pengangguran dengan melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan infrastruktur yang berbasis komunitas.

Anwar menambahkan, dalam mengurangi angka pengganguran diperlukan keterlibatan semua lembaga terkait.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan saerah serta lembaga penempatan tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan penempatan tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran," ujarnya.

Sementara itu kata dia, revolusi industri 4.0 telah memaksa terjadinya perubahan dalam perkembangan teknologi digital pada semua sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan. Perubahan ini harus disikapi dengan kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga kerja.

"Bisa dikatakan bahwa sektor-sektor tersebut mempunyai kontribusi besar terhadap pertumbuhan secara nasional maupun domestik," ucapnya.

Baca juga: Menko Airlangga: Permintaan Domestik Belum Kuat Sepenuhnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.