Suami Tidak Bekerja, Bagaimana Cara agar Keluarga Bertahan?

Kompas.com - 24/09/2021, 12:50 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Meningkatnya angka perceraian semakin terasa seiring dengan dampak pandemi Covid-19 yang semakin terasa. Banyak tulang punggung keluarga, yakni para suami, yang harus menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, guncangan perekonomian rumah tangga juga menjadi pemicu utama penyebab perceraian meningkat. Padahal tugas utama seorang suami adalah mencukup kebutuhan rumah tangga.

Mengutip Siapnikah.org, website seputar keluarga yang dikelola BKKBN, Jumat (24/9/2021), salah satu kewajiban suami adalah melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya.

Baca juga: Tak Harus Kaya, Ini Tanda Kamu Sudah Siap Finansial untuk Menikah

Lantas, bagaimanakah jika suami tidak bekerja sehingga mampu menafkahi keluarga? Haruskah tetap bertahan atau bercerai saja?

Memang, jika suami melalaikan kewajiban memberi nafkah, istri dapat mengajukan gugatan melalui pengadilan untuk menuntut nafkah yang layak kepada suami. Namun benarkah itu bisa menjadi solusi?

Beri Semangat ke Suami

Menurut Ruisa Khoiriyah, CFP (Certified Financial Planner), Pengasuh Finansial Keluarga Rubrik Tanya Jawab Siapnikah.org, suami tidak bekerja memang menjadi masalah serius dalam sebuah pernikahan. Bagaimanapun, suami bertindak sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Namun, untuk keharmonisan keluarga, kamu harus mencari cara bicara yang enak supaya tidak sampai mengusik egonya. Kamu bisa menyemangati suami agar mencari pekerjaan baru dengan mencarikan informasi lowongan pekerjaan yang sekiranya cocok. Atau, bisa juga dengan mengajaknya merintis usaha bersama,” ujar Ruisa.

Saat ini ada banyak usaha kecil modal yang bisa dirintis secara online. Mulai dari usaha makanan ringan, katering sampai dropshipper online.

“Yang paling penting adalah punya niat bekerja. Jadi yang perlu didorong pertama kali adalah membangkitkan niat suami untuk bekerja,” imbuhnya.

Istri Bekerja

Untuk membantu ekonomi keluarga, istri juga bisa bekerja. Kesepakatan untuk bekerja atau tidak setelah menikah perlu dikomunikasikan dengan baik. Karena ketika istri bekerja, ada konsekuensi-konsekuensi yang harus ditanggung oleh keluarga.

Baca juga: Sesuaikan dengan Bujet, Ini 5 Pilihan Tempat Tinggal Setelah Menikah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.