Terbaru, Ini Syarat Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan Selama PPKM

Kompas.com - 05/10/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi resepsi pernikahan. Ilustrasi / Beritajakarta.comIlustrasi resepsi pernikahan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memperbolehkan masyarakat menggelar acara resepsi pernikahan di wilayah yang masuk kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 2 dan 3.

Namun, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi penyelenggara acara respsi pernikahan tersebut. Syarat penyelenggaraanya pun berbeda antara wilayah PPKM level 2 dan PPKM level 3.

Berikut rincian aturan menggelar resepsi pernikahan di wilayah PPKM level 2 dan 3:

Baca juga: PPKM Level 4 di 6 Wilayah Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Aturan Lengkapnya

Syarat Penyelenggaraan Resepsi di Wilayah PPKM Level 3

  • Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 (dua puluh) undangan
  • Tidak mengadakan makan di tempat
  • Menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Syarat Penyelenggaraan Resepsi di Wilayah PPKM Level 2

  • Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 (lima puluh) undangan
  • Tidak mengadakan makan di tempat
  • Menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Biaya dan Cara Daftar Nikah di KUA Secara Online, Berikut Alurnya

Syarat Akad Nikah di KUA

  • Melampirkan hasil negatif surat swab antigen yang berlaku minimal 1x24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah
  • Pihak yang wajib melakukan swab antigen adalah calon pengantin wali nikah, dan dua orang saksi
  • Penerapan protokol kesehatan baik dari calon pengantin maupun penghulu.

Cara Daftar Nikah Secara Online

  • Akses simkah.kemenag.go.id
  • Klik daftar nikah
  • Pilih nikah di mana: Provinsi/Kab/Kota/Kecamatan
  • Tanggal dan jam
  • Masukkan data calon suami dan calon istri
  • Checklist dokumen
  • Masukkan nomor HP
  • Unggah foto
  • Cetak bukti pendaftaran
  • Segera datang ke KUA dengan menyerahkan berkas lengkap untuk diverifikasi.

Biaya Nikah di KUA

Biaya nikah di KUA sebenarnya gratis atau sama sekali tidak dipungut biaya. Syaratnya adalah prosesi pernikahan yang dilakukan di KUA dan dilakukan saat jam kerja operasional dari hari Senin sampai dengan Jumat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun jika prosesi akad nikah dilakukan di luar jam kerja KUA, biaya nikah yang ditetapkan negara yakni sebesar Rp 600.000 (biaya nikah di rumah). Biaya tersebut masuk ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Agama.

Biaya Rp 600.000 juga berlaku untuk pasangan yang menikah di luar kantor KUA seperti penyelenggaraan akad nikah di rumah pribadi, masjid, hingga gedung pertemuan. Sekalipun pelaksanaan pernikahan dilakukan saat jam kerja KUA.

Untuk pendaftaran menikah di KUA sebaiknya didaftarkan paling lambat 10 hari sebelum tanggal nikah. Apabila kurang dari 10 hari kerja, maka KUA biasanya akan meminta calon mempelai untuk menyertakan surat dispensasi yang dikeluarkan kantor kecamatan.

Baca juga: Catat, Ini Cara Mendapatkan Kartu Nikah Digital

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.