Hindari Kerumunan di Destinasi Unggulan, Sandiaga Uno Perkuat Desa Wisata

Kompas.com - 05/10/2021, 10:39 WIB
Desa Wisata Cikolelet di Kabupaten Serang, Banten. dok. KemenparekrafDesa Wisata Cikolelet di Kabupaten Serang, Banten.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, saat ini desa-desa wisata yang dipersiapkan sebagai alternatif kunjungan wisatawan, mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Betul, saya baru berkunjung hari Sabtu ke Pantai Carita dan Pantai Anyer sudah mulai terlihat geliatnya, saya juga berkunjung ke Lampung di desa wisata Kampung Kopi dan di Desa Wisata Warna, Ekowisata Kampung Burai di Sumatera Selatan sudah mulai terlihat geliatnya,” ujar Sandiaga dalam weekly press briefing Senin (4/10/2021).

Sandiaga mengatakan, pihaknya terus berupaya memperkuat daya tarik dan potensi desa-desa wisata. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak memadati kawasan wisata unggulan, sehingga berpotensi menghambat pemulihan pariwisata.

Baca juga: Sandiaga Uno: Tempe Indonesia Bakal Hadir di Supermarket Terbesar di Jepang

“Kemenparekraf memperkuat potensi dan daya tarik desa wisata agar berkembang menjadi alternatif kunjungan, sehingga tidak ada kerumunan di destinasi unggulan. Desa wisata ini mengambil peran dalam pemulihan pariwisata kita yang berkualitas, berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” jelas Sandiaga.

Sandiaga juga berpesan agar masyarakat dan pengelola wisata bisa terus berdisiplin melakukan protokol kesehatan dan percepatan vaksin Covid-19. Di sisi lain, ia juga gencar agar pengelola dapat mengintegrasikan kedisiplinan protokol kesehatan melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Kuncinya adalah bagaimana penerapan protokol kesehatan secara ketat, dan disiplin yang terintegrasi melalui aplikasi PeduliLindungi. Kita harus pastikan semuanya patuh,” ungkap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga mengingatkan, penerapan protokol kesehatan yang disiplin penting dilakukan agar kasus yang terjadi di AS tidak terjadi di Indonesia. Sandiaga mengatakan, AS sebelumnya bereksperimen melepas masker, namun akibat hal tersebut malah mendorong kenaikan kasus di negeri Paman Sam tersebut.

“Kita jangan sampai, dan Kemenparekraf sendiri akan berupaya mempersiapkan distinasi-destinasi trsebut, serta sentra ekonomi kreatif yang patuh dengan protokol kesehatan, tersertifikasi CHSE, dan terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi,” tegas dia.

Baca juga: Sandiaga Uno: Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka untuk Uji Coba Penerbangan Turis Mancanegara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.