Pesan Sri Mulyani Buat Lulusan STAN: Jaga Nama Baik, Jadilah Pengelola APBN yang Jujur

Kompas.com - 27/10/2021, 10:41 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada seluruh lulusan PKN STAN untuk menjadi pengelola keuangan negara yang bermartabat dan memiliki integritas.

Artinya, para lulusan ini harus bisa menghindari praktik kecurangan ataupun praktik korupsi di instansi manapun mereka ditempatkan. Menurut Ani, praktik semacam itu akan makin marak di masa depan.

"Jadi pengelola keuangan negara yang bisa dibanggakan tidak hanya oleh orang tua, tapi juga oleh PKN STAN. Jaga nama baik kalian, jaga nama baik keluarga, dan jaga nama baik PKN STAN," kata Sri Mulyani dalam wisuda akbar PKN STAN, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Naik Lagi, Defisit APBN Tembus Rp 452 Triliun hingga September 2021

Wanita yang akrab disapa Ani ini menuturkan, rasa integritas dan sikap bertanggungjawab perlu diasah sejak saat ini, bahkan sejak lulusan STAN menjalani sidang skripsi secara daring.

Bendahara negara ini menilai, mahasiswa yang menyontek saat menjalankan sidang skripsi secara daring berarti gagal menunjukkan sikap integritas dan kejujurannya. Sedangkan bagi yang berhasil, maka lulus dalam tahap pertama ujian integritas.

"Saya harap Anda semua yang hari ini lulus adalah para lulusan yang memiliki integritas. ujian pertama adalah apakah Anda lulus secara berintegritas, tidak melalui contekan atau menipu, tidak melalui cara-cara yg dihalalkan asal bisa lulus dan dapat nilai terbaik," ucap Ani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, sikap integritas dan kejujuran adalah bekal dalam meniti karir. Sikap ini pun harus menjadi pegangan dalam menjalani hidup.

Baca juga: Berapa Uang APBN untuk Tambal Biaya Bengkak Proyek Kereta Cepat?

Proses ujian yang sudah berlalu merupakan sebuah awalan untuk melatih dan menjaga identitas diri. Ke depan kata Sri Mulyani, ujian akan semakin rumit dan semakin banyak.

Dia berpendapat, manusia yang pintar akan percuma bila tidak memiliki integritas.

"Saya minta ini sikap yang kalian kuatkan karena tantangan keuangan negara tidak hanya berhenti pada Covid-19, inipun sudah tantangan yang luar biasa," jelas Sri Mulyani.

Lebih lanjut dia berpesan, jangan coba-coba mengesampingkan sikap integritas sekalipun. Sebab noda satu titik dapat merusak prestasi yang selama ini didulang.

"Kadang-kadang dibutuhkan satu titik tinta saja bisa merusak susu sebelanga. Jangan satupun mencederai reputasi diri kalian dan reputasi keluarga. Jadi pengelola keuangan yang bisa dipercaya, kompeten, dan memiliki ilmu serta karakter yang baik," sebut Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.