Kompas.com - 27/10/2021, 14:52 WIB
Ilustrasi minyak goreng SHUTTERSTOCKIlustrasi minyak goreng
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara terkait melonjaknya harga minyak goreng.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan pihanya bakal melakukan sejumlah langkah.

"Pemerintah akan memantau sesuai harga acuan khusus untuk minyak goreng kemasan sederhana. Sedangkan untuk kemasan lainnya tetap mengikuti mekanisme pasar," ujar Oke Nurwan saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Harga Minyak Goreng Merangkak Naik di Berbagai Daerah

Walau harga minyak goreng mengalami kenaikan, Oke bilang, pemerintah akan memastikan ketersediaannya.

Selain itu Oke juga mengatakan, harga minyak goreng tetap mengikuti mekanisme pasar. Saat ini pun, lanjut dia, harga minyak goreng sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO.

Sementara itu, Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga mengatakan, salah satu penyebab alasan minyak goreng naik lantaran saat ini pasar global sedang mengalami kekurangan pasokan minyak nabati (oils) dan minyak hewani (fats) karena efek dari pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia bilang di tahun 2020 saja, produksi jenis oils dan fats telah menurun sebanyak 266.000 ton. Hal ini juga serupa di tahun 2021.

"Pandemi ini membuat suasana lapangan produksi semua serba tak jelas. Produksi minyak nabati dan minyak hewani semua menurun dibandingkan dengan produksi di tahun sebelum adanya pandemi. Initnya, seperti hukum ekonomi, dimana antara supply dan demand terjadi kepincangan maka pasokan dunia sangat berkurang," kata Sahat.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik, Kemendag Belum Bahas Evaluasi HET

Belum lagi kata dia, harga CPO di Indonesia masih berbasis harga CPO CiF Rotrerdam.

Sahat menilai, apabila harga CiF Rotterdam mengalami kenaikan, maka harga CPO lokal juga naik.

Seperti diketahui, harga minyak goreng kian melonjak. Minyak goreng curah per 26 Oktober 2021 mencapai harga Rp 16.450 kilogram.

Kemudian untuk minyak goreng kemasan bermerek 1 dibanderol Rp 17.400 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 dibanderol Rp 16.900 per kilogram.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Melonjak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.