Sri Mulyani Minta Pengusaha Tak Lupa Bayar Pajak meski Sibuk Ekspansi Bisnis

Kompas.com - 20/11/2021, 08:40 WIB
Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani saat Kompas 100 CEO Forum Ke-12 bertema Ekonomi Sehat 2022 di Jakarta Convention Center, Kamis (18/11/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani saat Kompas 100 CEO Forum Ke-12 bertema Ekonomi Sehat 2022 di Jakarta Convention Center, Kamis (18/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau pengusaha untuk taat pajak. Sebab pemerintah berusaha memberikan kemudahan dan mengefisiensikan aturannya lewat UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Melalui UU tersebut, pembayaran pajak bakal lebih adil, efisien, sederhana, netral, fleksibel, dan memiliki kepastian hukum.

"Jangan alasan sedang liburan atau ekspansi usaha, bisnis terus lupa bayar pajaknya," kata Sri Mulyani dalam kick off Sosialisasi UU HPP, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Sri Mulyani: Dunia Keluarkan 19 Triliun Dollar AS untuk Tangani Covid-19

Bendahara negara ini menuturkan, pembayaran pajak jangan dilupakan meski sesibuk apapun pengusaha. Pasalnya kata dia, kewajiban pajak bisa dikuasakan kepada siapapun yang ditunjuk.

"Jadi walaupun sibuk terbang ke kiri, kanan, utara, selatan, timur, barat, kewajiban pajak bisa tetap jalan, karena bisa dikuasakan kepada siapapun," jelas Sri Mulyani.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyederhanaan aturan pajak dilakukan untuk memaksimalkan penerimaan. Saat ini, APBN mengalami defisit yang cukup dalam akibat pandemi Covid-19.

Hal serupa juga terjadi di seluruh negara. Tidak heran, negara-negara ini salah bekerjasama mengejar pajak dengan bantuan internasional.

Baca juga: Pemerintah Bakal Tarik Pajak atas Fasilitas Direksi dan CEO Perusahaan

Salah satu kerja sama yang ditekankan adalah asistensi penagihan pajak secara global. Dengan kerja sama ini, negara lain bisa menagih kewajiban pajak rakyatnya yang saat ini berada negara lain.

"Seluruh negara sedang berburu pajak sebab semua negara terkena Covid-19, mereka defisit naik tinggi sekali dan mereka harus menyehatkan APBN. Jadi banyak negara sekarang bekerjasama untuk kita bersama-sama menghilangkan tax avoidance," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.