Bank Neo Commerce Siap Rights Issue, Simak Harga dan Jadwalnya

Kompas.com - 22/11/2021, 11:12 WIB
Bank Neo Commerce (dok. BNC) dok BNCBank Neo Commerce (dok. BNC)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Neo Commerce Tbk telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan aksi korporasi yaitu Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau rights issue dengan target perolehan dana Rp 2,5 triliun.

Dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut, BNC mengeluarkan sebanyak-banyaknya 1,9 miliar lembar saham baru yang akan dicatatkan ke Bursa Efek Indonesia, atau sebesar 25,71 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat ini, dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham.

Adapun harga pelaksanaan PMHMETD V ialah sebesar Rp 1.300 per saham, sehingga target seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp 2,5 triliun.

Dalam pelaksanaan PMHMETD V tersebut, setiap pemegang saham yang memiliki 35 lembar saham dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 30 November 2021 pukul 16.00 WIB mempunyai 9 HMETD, yang mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru.

Right issue tersebut akan diperdagangkan mulai tanggal 2 Desember hingga 8 Desember 2021.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, salah satunya tujuan aksi korporasi tersebut untuk memenuhi ketentuan modal inti bank digital yang ditetapkan OJK, yakni sebesar Rp 2 triliun pada akhir tahun 2021 dan Rp 3 triliun pada akhir tahun 2022.

"Melalui right issue ini, BNC akan mendapatkan suntikan senilai Rp 2,5 triliun yang menyebabkan modal inti BNC meningkat menjadi lebih dari Rp 3 triliun, melebihi ketentuan yang ditetapkan OJK," kata dia, dalam keterangannya, Senin (22/11/2021).

Baca juga: El Salvador Berencana Bangun Kota Bitcoin Pertama di Dunia

"Hal ini sebagai bentuk keseriusan BNC dan untuk semakin mempercepat akselerasi transformasi menjadi bank digital terdepan di Indonesia," tambahnya.

Selain itu, penambahan modal yang dihasilkan dari aksi korporasi ini juga akan diprioritaskan perseroan untuk investasi berkelanjutan pada teknologi informasi, mendukung kinerja operasional BNC diantaranya pengembangan dan rekrutmen karyawan, kegiatan promosi dan edukasi berkelanjutan tentang bank digital.

Kemudian, dana segar itu juga akan digunakan untuk pengembangan aplikasi neobank milik BNC melalui pengembangan berbagai fitur dan layanan perbankan.

"Raihan modal hasil aksi korporasi ini tentu saja sangat penting bagi perkembangan fitur, layanan, dan produk BNC," ucap Tjandra.

Baca juga: Cek Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga BCA

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.