SKK Migas: Perjalanan Menuju "Net Zero Emission" Bukan Sprint...

Kompas.com - 01/12/2021, 20:39 WIB
Ilustrasi emisi karbon penyebab polusi. Emisi karbon, emisi gas rumah kaca, emisi global. SHUTTERSTOCK/aapskyIlustrasi emisi karbon penyebab polusi. Emisi karbon, emisi gas rumah kaca, emisi global.

DENPASAR, KOMPAS.com - Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani mengatakan, industri hulu migas tidak hanya berperan sebagai penyuplai energi tetapi juga salah satu pilar ekonomi Indonesia.

Kehadiran sektor ini tidak terbatas di dalam industri sendiri tetapi juga mengalir ke berbagai industri penunjang yang bertumbuh bersama industri hulu migas.

"Peran strategis ini akan terus berlanjut seiring dengan perjalanan Republik Indonesia yang memasuki usia 100 tahun pada 2045 nanti," ujar Fatar melalui ajang Konvensional Internasional ke-2 Indonesia Hulu Migas/IOG), di Bali, Rabu (1/12/2021).

Dengan adanya komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission atau nol emisi karbon pada tahun 2060, peran industri hulu migas, terutama gas bumi, menjadi semakin krusial seiring dengan komitmen pemerintah yang berupaya perlahan mengurangi pemakaian energi batu bara.

Gas bumi sebagai alternatif energi yang lebih besar akan memainkan peran penting dalam masa transisi menuju energi baru terbarukan. Fatar bilang, perjalanan menuju nol emisi karbon serta peran penting sektor hulu migas dalam rangka kelanjutan ketahanan energi dan kestabilan makroeknomi menciptakan tantangan tersendiri.

Utamanya bagaimana sektor ini dapat melakukan eksplorasi dan produksi dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. "Perlu diingat bahwa perjalanan menuju net zero emission bukanlah merupakan sprint tetapi maraton. Kita semua harus bertransformasi dan transformasi tersebut harus dimulai hari ini," ujarnya.

Dalam acara IOG tahun ini sendiri dihasilak 41 kesepakatan komersial terkait perjanjian jual beli gas bumi (PJBG) telah ditandatangani. Kesepakatan tersebut meliputi 12 perjanjian jual beli dengan total komitmen pasokan sebesar 189 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).

Sebesar 620.000 metrik ton elpiji per tahun, 1 heads of agreement (HoA), 2 memorandum of understanding (MoU), dan 26 perjanjian sebagai implementasi penyesuaian harga gas bumi dengan volume sebesar 926 BBTUD. Rentang durasi kontrak dari 2-14 tahun. Adapun potensi penerimaan untuk penjualan gas bumi dan elpiji tersebut mencapai 3,62 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.