Kemenhub Lakukan Pengecekan Prokes secara Acak selama Mudik Nataru

Kompas.com - 24/12/2021, 09:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan arus lalu lintas di wilayah tempat wisata puncak, Bogor, Jawa Barat. Arus kendaraan diperkirakan memang melonjak selama mendekati libur Nataru.

Tinjauan dilakukan untuk mengecek fasilitas pos pengamanan dan pelayanan, yang telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas di masa libur Nataru, khususnya di tempat wisata. 

Juga sekaligus meninjau kegiatan vaksinasi massal se-Indonesia yang diselenggarakan Kepolisian RI di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, yang menargetkan 1,2 juta dosis vaksin untuk mengejar target 70 persen tingkat vaksinasi nasional pada akhir tahun.

Budi Karya mengatakan, di sejumlah titik menuju tempat-tempat wisata dan pusat perbelanjaan atau mal, akan dilakukan pengecekan secara acak (random check), untuk memastikan pengendalian mobilitas dan pengetatan prokes diterapkan dengan baik. 

Baca juga: Kementan Pastikan Stok dan Harga Komoditas Peternakan Jelang Nataru Stabil

Budi Karya juga menjelaskan, masyarakat perlu waspada bahwa di masa libur Nataru ini akan ada sekitar 11 juta orang bepergian dan adanya varian Omicron yang sudah ada di Indonesia.

“Pesan utama pada Nataru ini yaitu pengetatan prokes. Kalau bisa di rumah saja itu lebih baik, tetapi kalau mau bepergian jarak jauh, harus vaksin dua kali dan tes antigen 1x24 jam,” ucap Budi Karya dalam keterangannya, Jumat (24/12/2021).

Sementara itu Polri telah menyiapkan pos-pos pengamanan di sejumlah titik di masa libur Nataru, untuk memastikan pengawasan pengetatan prokes berjalan dengan baik di lapangan. 

Baca juga: Puncak Arus Mudik Saat Nataru 2022 Diprediksi pada 24 Desember

“Apa yang dilakukan ini dalam rangka mengantisipasi, karena usai libur Nataru tahun lalu terjadi kenaikan kasus Covid-19 sekitar dua setengah kali lipat,” tutur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Lebih lanjut Listyo mengungkapkan, pada pos pengamanan disiapkan gerai vaksin yang bisa digunakan masyarakat untuk melakukan vaksinasi jika belum mendapatkan vaksin dosis lengkap. 

Selain itu, juga disiapkan tempat isolasi sementara, jika diketahui ada yang positif Covid-19. “Di rest area juga telah disiapkan pos pengamanan, untuk melakukan pengecekan melalui aplikasi PeduliLindungi,” ujarnya.

Baca juga: Mudik Nataru, Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Jayapura Capai 17 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.