13,6 Juta Orang di Jawa-Bali Belum Divaksin, Luhut: Ini Angka Tidak Kecil

Kompas.com - 10/01/2022, 21:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peluncuran aplikasi monitoring Presisi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (6/1/2022). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peluncuran aplikasi monitoring Presisi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (6/1/2022).

KOMPAS.com - Sebanyak 13,6 juta orang di Jawa-Bali belum divaksin Covid-19. Jumlah tersebut 9 persen dari target vaksinasi pemerintah di Jawa-Bali.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi terutama di wilayah dengan tingkat vaksinasi dosis pertama yang rendah.

"Ini angka tidak kecil. Hal ini mengharuskan pemerintah untuk terus mendorong percepatan vaksinasi terutama di kabupaten dan kota yang dosis satunya masih di bawah 50 persen," kata Luhut seperti dikutip dari Antaranews.com, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Larangan Ekspor Batu Bara, Wujud Nasionalisme walau Diprotes Banyak Negara

Luhut menambahkan, capaian vaksinasi di Jawa-Bali terus meningkat sementara vaksinasi anak sudah 36 persen. Capaian vaksinasi anak akan terus ditingkatkan.

Sementara daerah yang capaian dosis 1 vaksinasi di bawah 50 persen jadi prioritas untuk dilakukan pengawasan dan percepatan vaksinasi. Sejumlah daerah tersebut yakni Pamekasan, Sumenep dan Bangkalan. Ketiganya di Jawa Timur.

Baca juga: Luhut: Pelaku Perjalanan Luar Negeri Harus Karantina 7 Hari, Jangan Minta Dispensasi

Indonesia siap hadapi Omicron

Menko Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi varian Omicron.

Kunci utama terhindar dari gelombang ketiga Covid-19 varian Omicron adalah preventif. Antara lain, melibatkan persan serta masyarakat mulai dari penegakkan protokol hingga penggunaan PeduliLindungi.

Baca juga: Luhut Sebut Kebijakan Larangan Ekspor Batu Bara Bakal Dievaluasi

Kemudian, meminta pemda menyiapkan fasilitas rumah sakit dan isolasi terpusat untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Juga, meingkatkan testing dan tracing untuk mencegah kasus kembali melonjak.

"Kita harus kompak, tidak perlu cari kekurangan di sana sini, tapi harus saling mengingatkan dengan baik," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.