Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Kompas.com - 18/01/2022, 15:37 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/1/2022). IHSG sempat berada di hijau pada menit awal sesi perdagangan pertama, namun berbalik melemah hingga penutupan sesi II.

IHSG ditutup turun 30,98 poin (0,47 persen) pada 6.614,05. Asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 59,54 miliar pada perdagangan hari ini.

Melansir RTI, terdapat 159 saham yang hijau, 400 saham merah, dan 123 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi seharian ini mencapai Rp 11,53 triliun dengan volume 19,38 miliar saham.

Baca juga: IHSG Turun 1,4 Persen di Sesi I, Investor Asing Lepas Saham BBNI, ANTM, dan BBCA

Net sell asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar Rp 96 miliar. BBNI selama sesi II perdagangan melemah 1,74 persen di level Rp 7.075 per saham. BBNI mecatatkan total transaksi Rp 247,2 miliar dengan volume 35,1 juta saham.

Kemudian, Bank Central Asia (BBCA) juga mencatatkan aksi jual bersih asing tertinggi sebesar Rp 66,7 miliar. Saham BBCA melemah 0,97 persen di level Rp 7.675 per saham. Adapun volume perdagangan BBCA mencapai 71,5 juta saham dengan total transaksi Rp 546 miliar.

Aneka Tambang (ANTM) juga mencatatkan net sell asing tertinggi setelah BBNI dan BBCA, senilai Rp 57,9 miliar.

Baca juga: IHSG Akhiri Pekan Hijau, BBCA dan ARTO Diburu Asing

 

ANTM anjlok 4,04 persen di level Rp 1.780 per saham. Adapun volume perdagangan ANTM sebesar 219,5 juta saham dengan total transaksi Rp 393,5 miliar.

Saham yang menahan indeks hari ini dipimpin oleh Elang Mahkota Teknologi (EMTK) yang anjlok 5,01 persen di level Rp 1.895 per saham. Kemudian, saham Bukalapak (BUKA) juga terperosok 3,8 persen di level Rp 352 per saham. Harum Energy (HRUM) juga terjun 3,6 persen di level Rp 10.500 per saham.

Saham yang menopang indeks antara lain, Bank Amar Indonesia (AMAR) yang meroket 24,8 persen di level Rp 780 per saham.

Kemudian, Bank Aladin Syariah (BANK) melesat 4,7 persen di level Rp 2.200 per saham. Selanjutanya Allo Bank Indonesia (BBHI) juga menanjak 4,4 persen di level Rp 5.875 per saham.

Bursa Asia mayoritas merah dengan penurunan Nikkei 0,27 persen, Strait Times 0,17 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,43 persen. Sementara itu, Shanghai Komposit menguat 0,8 persen

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot sore ini melemah.

Berdasarkan Bloomberg, mata uang garuda berada di level Rp 14.336 per dollar AS atau turun 12 poin (0,8 persen).

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada level Rp 14.325 per dollar AS pada Selasa (18/1/2022), atau melemah dibandingkan sebelumnya Rp 14.323 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.