IHSG Merah di Sesi I, Rupiah Menguat Tipis

Kompas.com - 26/01/2022, 12:44 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada Rabu (26/12/2021). Hal ini berbeda dengan mata uang garuda di pasar spot yang menguat.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.556 atau turun 12,16 poin (0,19 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.568,17.

Sementara itu, terdapat 219 saham yang hijau, 295 saham merah dan 145 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi mencapai Rp 7,17 triliun dengan volume 14,91 miliar saham.

Baca juga: IPO NETV, Karyawan Dapat 2,91 Persen Saham, Apa Manfaatnya?

ARTO, BBCA, BBRI

Net sell asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Jago (ARTO) sebesar Rp 89 miliar. ARTO selama sesi I perdagangan turun 6,5 persen di level Rp 15.950 per saham. ARTO mecatatkan total transaksi Rp 738,7 miliar dengan volume 45,9 juta saham.

Bank Central Asia (BBCA) juga catatkan aksi jual bersih tertinggi sebesar Rp 68,4 miliar. Saham BBCA melemah 1,2 persen di level Rp 7.675 per saham. Adapun volume perdagangan BBCA mencapai 27,9 juta saham dengan total transaksi Rp 214,5 miliar.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga catatkan net sell tertinggi setelah ARTO dan BBCA, senilai Rp 63,9 miliar. BBRI melemah 0,2 persen di level Rp 4.060 per saham. Adapun volume perdagangan BBRI sebesar 53,1 juta saham dengan total transaksi Rp 215,7 miliar.

Baca juga: Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

BBNI dan TLKM

Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Telkom Indonesia (TLKM) mencatatkan aksi beli bersih tertinggi pada sesi I masing-masing sebesar Rp 81,5 miliar dan Rp 42,2 miliar.

BBNI selama sesi I, ambles 3,68 persen di level Rp 7.050 per saham, demikian juga dengan TLKM yang melemah 0,93 persen di level Rp 4.330 per saham.

Top Losers di sesi I, Bank Amar Indonesia (AMAR) yang terperosok 6,03 persen di level Rp 545 per saham. Berkah Beton Sadaya (BEBS) juga ambles 4,2 persen di level Rp 4.550 per saham, dan Bank Neo Commerce (BBYB) juga terkoreksi 3,8 persen di level Rp 1.760 per saham.

Top Gainers di sesi I, Net Visi Media (NETV) yang meroket 34,6 persen di level Rp 264 per saham, Harum Energy (HRUM) melesat 5,12 persen di level Rp 10.775 per saham, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) di level Rp 1.070 per saham atau naik 4,9 persen.

Baca juga: Autopedia Melantai di BEI, Fokus Dorong Akselerasi Ekosistem Digital Mobil Bekas

Bursa Asia mayoritas merah dengan penurunan Nikkei 0,39 persen, Hang Seng Hong Kong 0,39 persen, Shanghai Komposit 0,3 persen. Sementara itu, Strait Times menguat 0,84 persen,

Berdasarkan Bloomberg, rupiah bergerak menguat tipis. Pukul 12.17 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.346 per dollar AS atau naik 4 poin (0,03 persen) dibandingkan sebelumnya Rp 14.342 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.