Ekonomi Bali Cuma Tumbuh 0,07 Persen, Sektor Pariwisata Butuh Perhatian Lebih

Kompas.com - 08/02/2022, 18:32 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sektor pariwisata masih membutuhkan penanganan lebih di tahun 2022.

Sektor ini merupakan salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19. Bali misalnya, pertumbuhan ekonomi selama tahun 2021 hanya 0,07 persen.

Padahal biasanya, pertumbuhan ekonomi di Bali melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional.

"Yang berbasis kepada pariwisata seperti Bali, itu tumbuhnya masih sangat kecil yaitu 0,07 persen. Ini membuktikan bahwa sektor pariwisata membutuhkan perhatian lebih," kata Airlangga dalam Seminar Nasional, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah Bakal Turunkan Tingkat Kemiskinan Ekstrem di 212 Wilayah

Airlangga menuturkan, sektor pariwisata amat bergantung pada penanganan Covid-19, termasuk varian Omicron. Saat ini, pemerintah meningkatkan level asesmen di Bali menjadi PPKM Level 3.

Kendati demikian, kunjungan turis asing ke Bali tetap dibuka dengan beberapa syarat dan ketentuan. Sebab bagaimanapun, masyarakat Bali membutuhkan aktivitas ekonomi agar memiliki penghasilan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2021 mencapai 3,69 persen.

"Ekonomi kita tumbuh di 5,02 persen (di kuartal IV 2021), sehingga di 2021 secara tahunan adalah 3,69 persen, ini sesuai dengan perkiraan di 3,7 persen," ucap Airlangga.

Baca juga: Kala Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dijuluki Kereta Halim-Padalarang...

Lebih lanjut Airlangga mengungkap, akselerasi ekonomi ditopang oleh industri pengolahan yang tumbuh 4,92 persen (yoy) di kuartal IV 2021. Pendorong pertumbuhan industri pengolahan adalah industri angkutan yang tumbuh 22,61 persen (yoy).

Selain insentif PPnBM, pertumbuhan industri pengolahan pada kuartal IV 2021 ditopang pula oleh industri logam dasar. Sektor ini tumbuh 11,31 persen karena adanya peningkatan produksi timah hingga bauksit.

"Industri pengolahan berkontribusi 18,8 persen dan di triwulan IV kontribusinya adalah 1 persen. Kemudian sektor perdagangan juga tumbuh 5,5 persen, sektor industri tumbuh 4,92 persen, (begitu juga) pertanian, pertambangan, dan sektor konstruksi," kata Airlangga.

Baca juga: Program Minyak Goreng Murah Sudah Didistribusikan, tapi Kenapa Masih Mahal?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.