Minat Investasi Syariah? Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Kompas.com - 17/04/2022, 14:00 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak orang yang menilai berinvestasi di sektor syariah memiliki risiko yang lebih rendah daripada konvensional. Penafsiran ini didasarkan pada sistem investasi syariah yang bebas dari riba dan memiliki nilai–nilai Islami yang kuat.

Peneliti INDEF Fauziah Rizki Yuniarti mengatakan, investasi syariah berbeda dengan konvensional karena pemilihan industrinya lebih terbatas, hanya kepada saham yang berbasis syariah saja.

Hal itu dia sampaikan salam acara Semarak Ramadan 1443H: Faedah Berinvestasi Syariah yang digelar Katadata Kamis (14/4/2022),

“Kalau mau dilihat, terbukti saham–saham syariah saat krisis beberapa kali lebih baik performanya dibandingkan dengan konvensional. Ini karena konvensional meletakkan investasi di segala macam industri, sementara di syariah itu industrinya terbatas pada kriteria yang dikategorikan syariah,” ujar Fauziah.

Baca juga: Ini Jadwal Pencairan THR PNS dan TNI-Polri

Fauziah menambahkan, investasi di sektor syariah juga lebih memiliki pergerakan yang tenang, dan tidak fluktuatif seperti investasi di sektor konvensional. Hal ini menurut dia karena pemilihan saham-saham syariah yang pada umumnya minim risiko dan tidak fluktuatif.

Fauziah mengungkapkan, bagi investor yang ingin memulai investasi di sektor syariah, ada persiapan yang perlu dilakukan. Salah satunya yakni calon investor harus memastikan tujuan investasi syariah.

“Ada dua hal kita harus kenali dulu, pertama kita harus tahu tujuan keuangan kita. Dari situ, kita akan tahu seberapa besar profil risiko kita, dan siap enggak dengan risikonya, karena risiko besar ya untungnya juga besar,” ujar dia.

Kedua, cash management juga tidak kalah penting saat ingin berinvestasi. Aturan dasar yang ditetapkan sebelum melakukan investasi adalah 50, 30, dan 20. Artinya 50 persen penghasilan untuk mencukupi kebutuhan tiap bulan, 30 persen untuk mencukupi keinginan, dan 20 persen adalah menabung.

“Yang salah adalah banyak orang ikutan trading lalu rugi padahal dananya ngutang, itu kan salah. Seharusnya investasi pakai uang dingin yang kita alokasikan untuk investasi, dan bukan untuk makan,” jelas dia.

Baca juga: Tips Bagi-bagi Angpao Lebaran agar Tak Ganggu Keuangan Pribadi

Dia melanjutkan, setelah tahu aset yang ingin dipilih pastikan jangka waktu yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan berinvestasi. Dia mengingatkan, investasi di saham boleh–boleh saja, namun mengingat saham memiliki risiko tinggi ada baiknya jika dibarengi dengan ilmu yang mumpuni.

“Kalau mau trading saham, boleh tapi harus ada ilmunya dulu. Karena, trading saham itu cepat sekali berubahnya, dan harus punya ilmu dan uang dingin tentunya,” tambah dia.

Fauziah juga mengingatkan, agar para investor sebelum beirnvestasi memastikan legalitas platform yang digunakan. Untuk investasi syariah kurang lebih ada 8 platform hingga 10 platform, dan sisa lainnya investasi konvensional.

“Kita harus punya ilmu lah, sesederhana itu dengan cek di OJK, kelihatan itu OJK tiap 2 – 3 bulan sekali update, untuk syariah ada 8 atau 10, sisanya adalah konvensional. Buat pemula, kita start small, kecil aja seperti dari Rp 1 juta. Bisa juga beli emas sejuta atau reksadana syariah Rp 1 juta,” jelasnya.

Baca juga: Stagnan, Simak Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

R&I Pertahankan Rating Utang RI, BI: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga

R&I Pertahankan Rating Utang RI, BI: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga

Whats New
Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Earn Smart
Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Whats New
Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Whats New
10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

Whats New
Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Whats New
BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

Whats New
Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik 'Ribet', Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik "Ribet", Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Whats New
[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

Whats New
Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Whats New
Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Whats New
Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Whats New
Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.