Ini Strategi Sri Mulyani Cegah RI Alami Inflasi Tinggi Seperti yang Terjadi di Negara-negara Maju

Kompas.com - 12/05/2022, 17:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan inflasi yang terjadi di berbagai negara maju saat ini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, guna menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perang antara Rusia dan Ukraina yang tidak berkesudahan telah menimbulkan dampak rambatan atau spill over ke berbagai negara.

Baca juga: Inflasi April 2022 Capai 0,95 Persen, Tertinggi Sejak Januari 2017

"Yaitu jadinya disruption supply dan juga dari sisi kenaikan harga-harga komoditas yang akan memunculkan tantangan yang jauh lebih rumit," ujar Sri Mulyani, dalam keterangan resmi, Kamis (12/5/2022).

"Inflasi di negara-negara maju melonjak bahkan juga di atas 5,7 persen, kalau di Amerika sudah di atas 8 persen, di Eropa sudah di atas 7 persen, ini pasti akan direspons dengan pengetatan moneter," tambah dia.

Baca juga: 10 Negara dengan Tingkat Inflasi Tertinggi, Indonesia Termasuk?

Merespons hal tersebut, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu membeberkan sejumlah cara yang dapat dilakukan agar Indonesia tidak mengalami hal serupa.

Langkah utama yang dilakukan ialah dengan menjaga daya beli masyarakat, melalui pemberian subsidi terhadap komoditas energi, yakni bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.

Baca juga: Inflasi AS Sentuh 8,3 Persen, Dekati Level Tertinggi dalam 40 Tahun

Subsidi BBM dan tarif listrik beratkan APBN

Sebagaimana diketahui, perang berkpanjangan antara Rusia dan Ukraina telah membuat harga minyak mentah dunia meroket ke level di atas 100 dollar AS per barrel.

Nilai tersebut sudah jauh lebih tinggi dibanding dengan nilai asumsi minyak mentah yang ditetapkan dalam APBN 2022 yakni sebesar 63 dollar AS per barrel.

Dengan adanya selisih antara realisasi dan asumsi harga BBM tersebut, pemerintah masih mempertahankan pemberian subsidi untuk BBM khusus penugasan, yakni Pertalite dan Solar.

"Supaya daya beli masyarakat yang masih belum pulih kita jaga, jadi ini menjaga daya beli masyarakat. Kemudian dibandingkan dengan beban APBN yang akan melonjak sangat besar dari subsidi BBM," tutur Sri Mulyani.

Bukan hanya BBM, wanita yang akrab disapa Ani itu bilang, tenaga listrik juga tidak terjadi perubahan harga walaupun komponen listrik, yakni batu bara sudah menggunakan kebijakan penyerapan pasar dalam negeri atau DMO dengan harga 70 dollar AS.

"Padahal harganya sekarang sudah di atas 200 dollar AS, atau kita bicara tentang yang masih menggunakan gas. Jadi biaya listriknya naik tapi harga listrik di masyarakat tidak berubah, pasti nanti harus ada yang bayar, yang bayar siapa? Lagi-lagi APBN," ucap Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

Whats New
Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Whats New
Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Whats New
Libur Sekolah, Pengguna KRL saat Akhir Pekan Meningkat

Libur Sekolah, Pengguna KRL saat Akhir Pekan Meningkat

Rilis
Waspada, Beredar Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Cara Membedakannya

Waspada, Beredar Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Cara Membedakannya

Whats New
Mengenal Urutan Pangkat Polisi Indonesia, dari Perwira hingga Tamtama

Mengenal Urutan Pangkat Polisi Indonesia, dari Perwira hingga Tamtama

Whats New
Anjloknya Bitcoin Secara Analisis Teknikal Dinilai Masih Wajar

Anjloknya Bitcoin Secara Analisis Teknikal Dinilai Masih Wajar

Earn Smart
Kemenkominfo: Perhumas Mitra Strategis Perluas Kepemimpinan Indonesia di Kancah Global

Kemenkominfo: Perhumas Mitra Strategis Perluas Kepemimpinan Indonesia di Kancah Global

Rilis
Cara Cek Tagihan Listrik lewat PLN Mobile, Mudah dan Praktis

Cara Cek Tagihan Listrik lewat PLN Mobile, Mudah dan Praktis

Whats New
BSI Buka Kantor di Dubai, Dirut: Upaya Wujudkan Masuk 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia

BSI Buka Kantor di Dubai, Dirut: Upaya Wujudkan Masuk 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia

Rilis
Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia Menyetujui Pembentukan FIF, Apa Itu?

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia Menyetujui Pembentukan FIF, Apa Itu?

Whats New
Perjanjian Dagang RI-UEA, Mendag: Buka Pintu Ekspor ke Kawasan Teluk dan Timur Tengah

Perjanjian Dagang RI-UEA, Mendag: Buka Pintu Ekspor ke Kawasan Teluk dan Timur Tengah

Whats New
Mocca, Metaverse, dan NFT

Mocca, Metaverse, dan NFT

Earn Smart
Mau Gadai Sertifikat Tanah di Pegadaian? Cek Prosedur dan Syaratnya

Mau Gadai Sertifikat Tanah di Pegadaian? Cek Prosedur dan Syaratnya

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.