Jadi Jubir Presidensi G20, Maudy Ayunda Beberkan 3 Fokus Utama dalam Isu Energi

Kompas.com - 14/05/2022, 12:00 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Transisi energi menjadi salah satu isu utama yang diangkat pemerintah dalam gelaran Presidensi G20 Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda mengatakan, transisi energi berkelanjutan memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi sehingga harus menjadi perhatian semua pihak.

Sebagai salah satu isu prioritas Presidensi G20 Indonesia, pemerintah menyoroti dampak perubahan iklim yang diakibatkan oleh sektor energi yang terkait dalam keseharian masyarakat.

Baca juga: Maudy Ayunda Ungkap Alasan Isu Literasi Digital Anak Muda Perlu Didorong di Forum G20

Peralihan menuju energi bersih diharapkan menjadi titik tolak bagi semua pihak negara G20 dalam mengatasi ancaman serius isu tersebut sebagai kesepakatan bersama.

"Sektor energi merupakan kontributor perubahan iklim paling dominan yang menyumbang hampir 90 persen dari emisi CO2 secara global," kata Maudy, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (14/5/2022)

Guna mendorong hal tersebut, Maudy menambah, pemerintah mengupayakan 3 isu transisi energi yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia.

Baca juga: Tengah Jadi Sorotan, Apa Saja Tugas Maudy Ayunda sebagai Jubir Presidensi G20?

Pertama, energy accessibility atau akses energi yang terjangkau, berkelanjutan, dan dapat diandalkan, dengan tujuan meningkatkan kerja sama internasional dalam memfasilitasi akses ke penelitian dan teknologi bersih.

"Hal ini juga mendorong pencapaian target sustainable development nomor 7 yang batas waktunya hingga 2030," ujar Maudy.

Baca juga: Tengah Jadi Sorotan, Apa Saja Tugas Maudy Ayunda sebagai Jubir Presidensi G20?

Kedua, smart and clean energy technology, yakni mendorong implementasi teknologi pintar dan bersih, baik dalam konteks efisiensi energi, pengurangan emisi, maupun pengembangan energi terbarukan.

Fokus terakhir, advancing energy financing, yakni pembiayaan untuk mendukung dua poin sebelumnya.

"Skema dan mekanisme pembiayaan perlu dikembangkan dan mengurangi berbagai hambatan dengan menggalang kolaborasi semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun filantropi dengan model bisnis atau public-private partnership yang inovatif," ucap Maudy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.