Bukalapak Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Rp 3 Triliun pada 2022

Kompas.com - 29/06/2022, 14:04 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bukalapak Tbk (BUKA) menargetkan pendapatan di sepanjang tahun 2022 bisa tumbuh sampai dengan 61 persen atau sampai dengan Rp 3 triliun. Pada kuartal I tahun 2022, pendapatan neto Bukalapak tercatat sebesar Rp 787,9 juta naik 46,3 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp 423 juta.

Pendapatan Bukalapak tahun ini diestimasikan tumbuh 44 persen sampai dengan 61 persen, yaitu Rp 2,7 triliun sampai dengan Rp 3 triliun Kami optimistis pendapatan tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2022, total pendapatan sudah mencapai 28 persen dari estimasi full year 2022,” kata Presiden Bukalapak.com Teddy Nuryanto Oetomo secara virtual, Rabu (29/6/2022).

Pada kuartal I 2022, laba bersih Bukalapak sebesar Rp 14,5 miliar, berbanding terbalik dengan rugi bersih di kuartal I tahun 2021 Rp 323,8 juta. Sementara itu, Total Processing Value (TPV) di tahun 2022 juga ditargetkan bisa tumbuh hingga 39 - 47 persen.

Baca juga: Laporan Keuangan Bukalapak Salah Catat, Akuisisi Rp 14,3 Miliar Ditulis Rp 14,3 Triliun

TPV di kuartal pertama tahun 2022 tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 34,1 triliun. Pertumbuhan TPV ini ditopang oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 86 persen.

“Mitra menjadi penopang bagi perusahaan, dimana pada kuartal I tahun 2022, meraup 51 persen kontribusinya terhadap TPV dari seluruh perseroan. Pertumbuhan TPV mitra di kuartal I juga kuat dengan 78 persen dengan pertumbuhan pendapatan dibanding tahun lalu,” ujar Teddy.

Di sepanjang 2022, Bukalapak juga menargetkan EBITDA yang disesuaikan mencapai (minus) Rp 1,4 sampai dengan (minus) Rp 1,5 triliun atau relatif flat 1 persen sampai dengan 6 persen dibandingkan dengan tahun 2021 yang (minus) Rp 1,41 triliun. Di kuartal I tahun 2022, EBITDA BUKA tercatat (minus) Rp 372 miliar.

Baca juga: Bukalapak Klarifikasi Nilai Akuisisi Startup Bukan Rp 14 Triliun, tapi Rp 14 Miliar

“Jika pada bulan Juni sampai dengan Desember 2022 Bukalapak mampu level EBITDA yang disesuaikan seperti di bulan Mei, maka ada potensi EBITDA yang disesuaikan akan lebih baik dibanding posisi (minus) Rp 1,4 triliun, dan perseroan akan fokus pada pengembangan revenue guna menutup biaya-biaya,” jelas dia.

Sementara itu, kontribusi margin dari perseroan di kuartal I tahun 2022 berkisar di (minus) Rp 50 miliar atau sebesar 3 juta dollar AS hingga 4 juta dollar AS. Teddy mengatakan, kontribusi pada margin ini, menempatkan perseroaan di posisi yang paling efisien di industri yang sama.

“ini menempatkan perseroan secara variable economics mungkin berada di posisi paling efisien dibanding perseroan lain di industri sama,” tegasnya.

Baca juga: Seperti GoTo dan Bukalapak, Amazon dan Tesla Dulu Juga di Posisi Rugi Saat IPO di Wall Street

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.