Pertahankan Suku Bunga, Ini Strategi BI Meredam Dampak Perlambatan Ekonomi Global

Kompas.com - 21/07/2022, 20:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan sejumlah bauran kebijakan untuk menahan dampak perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi ke depan.

Saat ini, BI tetap berpegang teguh mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah 3,50 persen. Padahal bank sentral negara lain justru menaikkan suku bunga acuan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan mempertahankan suku bunga ini konsisten dengan prakiraan inflasi inti yang masih terjaga di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Baca juga: BI: Depresiasi Rupiah Lebih Rendah dari Mata Uang Negara Lain

Namun, BI tetap mewaspadai risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan inflasi inti ke depan, yaitu dengan memperkuat respons bauran kebijakan moneter yang diperlukan, baik melalui stabilisasi nilai tukar rupiah, penguatan operasi moneter, dan suku bunga.

"Keputusan BI rate didasarkan pada perkiraan inflasi ke depan khususnya inflasi inti dan implikasinya pertimbangannya juga pada pertumbuhan ekonomi. Inilah yang kemudian kita sering sebut pertimbangan-pertimbangan antara stabilitas dan growth curve philip itu yang kami lakukan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (21/7/2022).

BI mengaku terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah serta instansi terkait melalui Tim Pengendalian Inflasi (TPIP dan TPID), untuk mengelola tekanan inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi serta mendukung ketahanan pangan.

"Guna menjaga stabilitas makroekonomi dengan tetap mendukung proses pemulihan ekonomi nasional, koordinasi kebijakan moneter dan fiskal terus ditingkatkan," ucapnya.

BI juga mengaku memperkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

Baca juga: Buwas: Bulog Bakal Jadi King of Rice

Berikut ini sejumlah bauran kebijakan yang telah disiapkan BI untuk meredam dampak perlambatan ekonomi global:

1. Memperkuat operasi moneter sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan inflasi inti melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang dan penjualan surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.