BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

Digitalisasi Asuransi, Solusi Meningkatkan Penetrasi Asuransi Jiwa di Indonesia

Kompas.com - 28/11/2022, 16:51 WIB

KOMPAS.com – Meski masyarakat dunia sedang menghadapi perlambatan ekonomi dan kenaikan inflasi akibat pandemi Covid-19, minat masyarakat Tanah Air terhadap produk asuransi jiwa justru semakin meningkat.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam Siaran Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Semester I 2022 menyebutkan bahwa total tertanggung kumpulan mencapai 51,96 juta orang atau naik 23,7 persen secara tahunan.

Kemudian, total tertanggung perorangan sebesar 21,94 juta orang. Angka ini naik 9,5 persen secara tahunan.

Baca juga: Lewat Insurance Forum 2022, Industri Asuransi Jiwa Indonesia Siap Bertransformasi dan Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, kenaikan kinerja asuransi jiwa, khususnya tertanggung perorangan, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar terhadap urgensi proteksi asuransi sebagai perlindungan dan perencanaan keuangan jangka panjang.

“Peningkatan pendapatan premi reguler juga tumbuh sebesar 1,3 persen menjadi Rp 49,7 triliun. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin memahami fungsi proteksi jangka panjang dari produk asuransi jiwa,” papar Budi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/9/2022).

Selain itu, naiknya jumlah tertanggung kumpulan mencerminkan adanya peningkatan permintaan perlindungan asuransi dari pelaku usaha ke karyawan mengindikasikan bahwa terjadi perbaikan ekonomi di hampir seluruh sektor. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan semakin berkomitmen untuk menciptakan bisnis berkelanjutan.

Baca juga: Makin Sadar Proteksi, 73,9 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terlindungi Asuransi Jiwa

Fakta tersebut selaras dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2022 yang menemukan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan. Nilainya kini mencapai 49,68 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan sebesar 85,10 persen.

Itu berarti, pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku masyarakat dalam pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan sudah ada peningkatan.

Maka tak heran, jumlah tertanggung asuransi jiwa perorangan kini ada peningkatan, walaupun tipis, yakni 8 persen dari total penduduk Indonesia pada semester I 2022.

Insurance technology jadi solusi

Berkaca pada angka tersebut, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas VM Tarihoran menilai bahwa masih perluadanya peningkatan penetrasi asuransi jiwa. Hal ini harus diupayakan lewat produk yang mudah diakses.

“Literasi keuangan harus digenjot dengan edukasi dan sosialisasi. Produk ini juga harus mudah diakses masyarakat, misalnya dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Horas seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (6/8/2020).

Baca juga: Mempersiapkan Industri Asuransi Jiwa Menghadapi Pandemi Berikutnya

Baginya, teknologi digital dapat menjadi salah satu kanal distribusi produk asuransi jiwa. Terlebih, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menggunakan smartphone untuk mengakses internet.

Ilustrasi penggunaan internet melalui smartphone.SHUTTERSTOCK/SDECORET Ilustrasi penggunaan internet melalui smartphone.

 

Laporan bertajuk “Digital 2022 Global Overview Report” yang dirilis Hootsuite dan We Are Social menyebutkan, pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta jiwa atau 73,7 persen dari total penduduk pada Januari 2022. Jumlah ini meningkat 2,1 juta pengguna atau 1 persen jika dibandingkan 2021.

Sumber data yang sama menyebut bahwa hampir seluruh pengguna internet atau sebanyak 94,9 persen di antaranya mengakses internet menggunakan smartphone.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, kebijakan transformasi digital dalam sektor jasa keuangan juga menjadi salah satu prioritas OJK.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya membantu perusahaan asuransi meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mengefisienkan operasi bisnis.

Baca juga: AAJI: Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim dan Manfaat Rp 128,09 Triliun per Kuartal III-2022

Untuk mendukung digitalisasi industri asuransi jiwa, OJK juga telah mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan. Beleid ini berisi ketentuan yang memayungi pengawasan dan pengaturan industri keuangan digital.

“OJK mendorong industri asuransi untuk bertransformasi dalam proses bisnis dan penyediaan layanan kepada konsumen dengan mengoptimalkan penggunaan digital tools,” ujar Ogi.

Peluang bertumbuh dan dukungan pemerintah menjadi angin segar bagi industri asuransi untuk mengembangkan bisnis ke arah digital atau insurance technology (insurtech).

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menilai bahwa insurtech dapat membantu penetrasi asuransi ke masyarakat yang lebih luas. Saat ini, terdapat 10 insurtech di Indonesia.

Baca juga: AAJI: Besaran Iuran Lembaga Penjamin Polis Tergantung Risiko yang Ditanggung Perusahaan

“Insurtech sendiri awalnya berperan sebagai agregator. Kemudian, insurtech menjalin kerja sama dengan sejumlah e-commerce, misalnya Shopee dan Tokopedia,” ujar Wiroyo dalam media gathering yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/6/2022).

Sementara itu, ekonom Poltak Hotradero mengatakan bahwa digitalisasi memungkinkan perusahaan asuransi berinovasi menciptakan produk asuransi yang makin personal dengan kebutuhan nasabah.

“Perusahaan asuransi bisa menyediakan produk serta biaya premi sesuai kebutuhan dan kemampuan ekonomi nasabah,” ucap Poltak dalam webinar bertajuk ”How Insurance and Media Survive During the New Normal and Get Ready for 2022”, Selasa (21/12/2021).

Dengan teknologi digital, kata Poltak, perusahaan asuransi dapat mengumpulkan data nasabah secara lengkap. Data ini dapat diolah untuk menghasilkan analisis profil nasabah, seperti kemampuan ekonomi dan kebutuhan proteksi asuransi.

Dengan demikian, perusahaan asuransi dapat menawarkan produk yang tepat sasaran. Pada akhirnya, penetrasi asuransi jiwa ke masyarakat pun dapat meningkat.

Hai Sobat, apakah kamu sudah memiliki asuransi?

Apa jenis asuransi yang kamu pilih?

Apa tujuan Kamu dalam menggunakan asuransi tersebut?

Nama lengkap

No. HP

Provinsi domisili

Kota/Kabupaten Domisili

Email

Tahun lahir

Apakah kamu memiliki keinginan untuk memiliki asuransi untuk masa depan?

Apa jenis asuransi yang kamu ingin miliki?

Terima kasih telah mengikuti survey ini.

Silahkan login dengan KG Media ID untuk melanjutkan survey Login

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KLHK Luncurkan Amdalnet untuk Permudah Perizinan Lingkungan

KLHK Luncurkan Amdalnet untuk Permudah Perizinan Lingkungan

Whats New
Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Tak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan karena Disrupsi Pekerjaan Pasca Pandemi

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Tak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan karena Disrupsi Pekerjaan Pasca Pandemi

Whats New
Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 774 Miliar untuk Subsidi Angkutan Perintis 2023

Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 774 Miliar untuk Subsidi Angkutan Perintis 2023

Whats New
Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Tol Bali-Mandara Hanya Untuk Kendaraan Roda Empat

Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Tol Bali-Mandara Hanya Untuk Kendaraan Roda Empat

Whats New
Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Whats New
Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Whats New
Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Whats New
Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Whats New
Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Whats New
Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Whats New
Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Whats New
Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Whats New
Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Whats New
Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Whats New
Strategi Luhut untuk Atasi Kelangkaan Minyakita

Strategi Luhut untuk Atasi Kelangkaan Minyakita

Whats New
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.