Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kripto Meme Masih Diminati, Ini Buktinya

Kompas.com - 15/10/2023, 15:00 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kripto meme atau meme coin masih diminati oleh investor. Hal ini terefleksikan dari masih tingginya volume transaksi kripto yang didasarkan pada lelucon atau meme itu di platform transaksi kripto.

Berdasarkan data platform kripto, Indodax, kripto meme jenis SHIB, PEPE, dan FLOKI masuk dalam 10 besar koin dengan trading volume terbanyak yang ditransaksikan pada pasar USDT. Jumlah trading volume dari total 3 jenis meme coin tersebut mencapai lebih dari Rp 1 miliar pada 13 Oktober 2023.

Sementara itu, berdasarkan data global, meme coin paling populer saat ini SHIB, DOGE, dan PEPE memiliki kapitalisasi pasar secara kolektif sebesar 18,25 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 285,9 triliun.

Baca juga: Regulasi OJK Diharapkan Perkuat Pengembangan Aset Kripto

Berdasarkan hasil penelitian dari Chainplay disebutkan 63,9 persen dari investor aktif membeli meme coin, sementara 36,1 persen sisanya memilih untuk menghindari meme coin.

Dari investor-investor yang membeli meme coin, 69 persen di antaranya mengaku melakukannya untuk bersenang-senang, selain itu, 48 persen di antaranya membeli meme coin sebagai alat investasi jangka panjang.

Data lain menunjukan, Amerika Serikat menjadi negara dengan kontribusi terhadap meme coin dengan kontribusi sebesar 23,6 persen pada popularitas meme coin di tahun 2023. SHIB dan PEPE adalah dua meme coin yang paling dicari di negara ini.

Baca juga: Disahkannya RUU Bipartisan AS Berpotensi Jadi Sentimen Positif bagi Industri Kripto


Bukan hanya Amerika Serikat, tren meme coin di India pun juga sedang meningkat dengan bunga meme coin sebesar 20,3 persen. SHIB adalah meme coin yang paling banyak dicari di India.

Sementara di Filipina, 46,7 persen investor juga memiliki minat besar terhadap SHIB. Di Kanada pun, minat investor pasar kripto juga didominasi oleh meme coin PEPE yang sebesar 26,9 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ini Kata Menko Airlangga soal Usulan Korban Judi Online Dapat Bansos

Ini Kata Menko Airlangga soal Usulan Korban Judi Online Dapat Bansos

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Yodya Karya, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Yodya Karya, Ini Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
OJK Dorong Penerbitan Ketentuan Baku Asuransi Kendaraan Listrik

OJK Dorong Penerbitan Ketentuan Baku Asuransi Kendaraan Listrik

Whats New
Tujuh Tips Bijak Menggunakan Produk Deposito di BPR

Tujuh Tips Bijak Menggunakan Produk Deposito di BPR

Whats New
Perkokoh Ekonomi Nasional, Shopee Dorong UMKM Bertransformasi dan Berdaya Saing

Perkokoh Ekonomi Nasional, Shopee Dorong UMKM Bertransformasi dan Berdaya Saing

Whats New
Relaksasi Aturan Impor Dinilai Picu Pabrik Tekstil Tutup, Pengusaha Minta Jokowi Turun Tangan

Relaksasi Aturan Impor Dinilai Picu Pabrik Tekstil Tutup, Pengusaha Minta Jokowi Turun Tangan

Whats New
Sektor Maritim Asia Perlu Diperkuat, Saatnya 'Raksasa' Bangun

Sektor Maritim Asia Perlu Diperkuat, Saatnya "Raksasa" Bangun

Whats New
Simak, 4 Modus Penipuan Keuangan yang Mengincar Masyarakat

Simak, 4 Modus Penipuan Keuangan yang Mengincar Masyarakat

Whats New
Bandara Douw Aturure Nabire Dikembangkan, Bakal Bisa Didarati Pesawat Boeing

Bandara Douw Aturure Nabire Dikembangkan, Bakal Bisa Didarati Pesawat Boeing

Whats New
KPPU Berkolaborasi dengan Apindo untuk Ciptakan Iklim Usaha Sehat

KPPU Berkolaborasi dengan Apindo untuk Ciptakan Iklim Usaha Sehat

Whats New
Perang Pengendalian Harga dari Bumi Suwarnadwipa

Perang Pengendalian Harga dari Bumi Suwarnadwipa

Whats New
Rupiah Tembus Rp 16.300 Per Dollar AS, Gubernur BI Sebut Depresiasi Sangat Rendah

Rupiah Tembus Rp 16.300 Per Dollar AS, Gubernur BI Sebut Depresiasi Sangat Rendah

Whats New
Utang Luar Negeri Indonesia Kembali Turun, Kini Rp 6.486,71 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Kembali Turun, Kini Rp 6.486,71 Triliun

Whats New
E-commerce: Membangun Ekonomi Digital, Antara Konsumen Sentris dan Konsumen Pintar

E-commerce: Membangun Ekonomi Digital, Antara Konsumen Sentris dan Konsumen Pintar

Whats New
Ombudsman: Masyarakat yang Masih Kesulitan Menebus Dana Tapera Laporkan ke Kami

Ombudsman: Masyarakat yang Masih Kesulitan Menebus Dana Tapera Laporkan ke Kami

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com