Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita UMKM Gracious Project, Produksi "Skincare" Alami hingga Berdayakan Petani Lokal

Kompas.com - 22/10/2023, 13:10 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

BADUNG, KOMPAS.com - Salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Gracious Project memberikan peluang bagi petani lokal untuk berperan dalam penyediaan bahan baku produk perawatan tubuh (skincare) alami yang digagas Gracious Project.

Pemilik usaha skincare Gracious Project, Gracia Chandra mengatakan, usahanya berawal dari hobi meracik essential oils dan berbagai produk perawatan tubuh dengan bahan natural yang aman bagi keluarga.

Dari hobi tersebut, Gracia memutuskan untuk mendirikan usaha skincare alami Gracious Project pada tahun 2020.

“Saat pandemi, banyak orang yang mencari produk perawatan tubuh dan skincare bagi keluarga. Kebetulan saya punya latar belakang sebagai formulator, yang bisa membuat formula untuk bahan kesehatan atau kecantikan, sehingga saya terdorong untuk membuat produk perawatan tubuh dengan bahan natural, salah satunya sabun natural,” kata Gracia di Badung, Bali, Sabtu (21/10/2023).

Baca juga: Kisah Mantan OB dengan 1.000 Gerai Waralaba

Gracia mengatakan, produk racikannya yang semula digunakan untuk keluarga akhirnya berkembang dan makin banyak peminat.

Tak hanya menjual produk perawatan tubuh dengan bahan alami, Gracious Project juga mengedukasi masyarakat untuk hidup lebih natural.

"Salah satunya dengan menjual buku seputar resep dan cara pembuatan produk perawatan tubuh alami, seperti soap bar dan essential oils," ujarnya.

Gracia mengatakan, produknya menggunakan bahan alami dan kami peroleh dari petani lokal seperti penghasil minyak kelapa di Lombok Utara dan petani lokal minyak calendula di Malang.

Kemudian perajin Bali dan Yogyakarta yang memproduksi alat pelengkap, seperti loofah (alat yang terbuat dari gambas untuk membersihkan kotoran pada kulit), serta kapas yang dapat dipakai ulang.

Dalam pemasaran produk, Gracia mengatakan, sejak bergabung di Tokopedia, Gracious Project memakai berbagai fitur, seperti TopAds, bebas ongkir, flash sale, produk bundling, dan rutin mengikuti kampanye di Tokopedia, salah satunya festival belanja bulanan Waktu Indonesia Belanja (WIB) yang berlangsung setiap tanggal 25 hingga akhir bulan.

Baca juga: Cerita Tutu and Co, Bisnis Aksesori yang Berdayakan Perajin Lokal Bali

"Berkat Tokopedia, produk Gracious Project bisa dijangkau oleh masyarakat, termasuk komunitas pencinta produk skincare alami, di seluruh Indonesia,” ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Corporate Affairs Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan, manifestasi Hyperlocal seperti Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dan layanan pemenuhan pesanan Dilayani Tokopedia membawa berbagai dampak positif di Bali.

"Wilayah seperti Gianyar, Badung dan Denpasar mengalami kenaikan tertinggi jumlah penjual lewat KTP selama semester I 2023 dibandingkan semester I 2022, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 6 kali lipat,” kata Nuraini.

Di sisi lain, Nuraini mengatakan, hadirnya gudang pintar Dilayani Tokopedia di berbagai wilayah, salah satunya di Surabaya, telah membantu penjual di Indonesia bagian tengah maupun timur, termasuk Balicdapat menjangkau lebih banyak pembeli di berbagai wilayah di Indonesia.

"Jadi selain membantu UMKM lokal memulai dan membangun bisnis, Hyperlocal Tokopedia juga mempermudah masyarakat Indonesia dalam mengakses lebih banyak pilihan produk kebutuhan dengan lebih cepat dan efisien," ucap dia.

Baca juga: Kisah Sukses Mi Udon Takaya Awata, Jadi Miliarder Usai Drop Out Kuliah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

Whats New
Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Whats New
Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Whats New
Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin 'Student Loan' Khusus Mahasiswa S-1

OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin "Student Loan" Khusus Mahasiswa S-1

Whats New
Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Whats New
Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Whats New
Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Whats New
Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com