Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Devit Oey Memulai Bisnis Makanan Sehat Beromzet Rp 30 Juta Sebulan

Kompas.com - 11/03/2024, 19:00 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Trend hidup sehat yang mulai menjamur di kalangan urban nampaknya membuka peluang bisnis baru bagi siapapun yang ingin mencoba peruntungan di dunia kuliner.

Devit Oey yang baru berusia 30 tahun mulai menjajal peluang bisnis itu sejak tahun 2017-2018 kala ia bekerja sebagai General Manager di salah satu tempat kebugaran di Medan.

Berbekal hobi memasak, dan tekad yang tinggi untuk hidup sehat, Devit mencoba memasak makanan sehat berupa dada ayam yang ia bawa sebagai bekalnya.

Santap bersama rekan dan para member di pusat kebugaran, Devit tak menyangka ada yang ingin memesan makanan bekal yang ia bawa.

Baca juga: Berawal dari Mimpi, Bisnis Katering Nasi Kotak Rumahan Sarasa Sukses Tembus Pangsa Pasar Jakarta

Tentu saja kesempatan tak datang dua kali, dan tanpa pikir panjang, Devit menerima pesanan salah seorang member pusat kebugaran tersebut.

Siapa sangka, awal mula tersebut menjadi cikal bakal Devit sukses mengembangkan bisnis katering sehat miliknya, yang hingga kini bisa dinikmati juga di kawasan Jakarta - Tangerang.

Seiring berjalannya waktu, pesanan makanan sehat semakin banyak ‘repeat order; oleh para member di pusat kebugaran, tempat Devit bekerja.

Meskipun banyak pemain besar di bidang katering makanan sehat, namun Devit tetap optimis bisnisnya mampu mempertahankan pangsa pasarnya.

Baca juga: Ingin Jadi Wirausaha Muda Sukses? Simak 5 Kiat Berikut Sebelum Memulai Bisnis

Saat mengawali usahanya tersebut, Devit bilang dalam sehari ia mampu menjual makanan sehat lebih dari 20 porsi. Berkah ketekunan, dan kerja keras bisnis Devit berkembang pesat hingga kini dia mampu mencatatkan omzet sebulan sebesar Rp 30 juta.

“Sekarang itu omzet saya kira-kira sudah Rp 30 juta sebulan,” kata Devit kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Adapun pendekatan yang dilakukan oleh Devit kala itu menyasar pada konsumen kelas atas di Kota Medan. Mayoritas, pelanggan setia Devit adalah etnis Tionghoa kaya.

Karena tingginya minat, dan sebagai upaya untuk mengembangkan pangsa pasar, Devit bahkan rela belajar berbahasa Hokkien agar bisa membaur di kalangan elite untuk memuluskan bisnis makanan sehatnya.

“Karena Medan itu, unik warganya. Saya juga harus belajar bahasa Hokkien supaya saya bisa ‘masuk’ ke pergaulan mereka,” lanjutnya.

Baca juga: Inspirasi di Hari Perempuan Internasional 2024 dari Kisah Ibu Rumah Tangga yang Sukses Jual Alat Pancing di Lazada

Ekspansi bisnis terhantam Covid-19

Sukses menjajal pasar makanan sehat di Medan. Devit melakukan ekspansi di beberapa kota di Tanah Air. Seperti Surabaya dan Bali. Namun sayang pada akhir 2019, pandemi Covid-19 yang melanda dunia, membuat banyak bisnis gulung tikar, tidak terkecuali bisnis Devit yang baru dirintis di dua kota itu.

Ekspansi Devit kala itu,tidak memberikan feed back yang baik, dan akhirnya tutup. Namun, Devit tidak patah arang, dan terus berusaha dengan giat untuk menjalankan usahanya tersebut. Saat ini, Devit melanjutkan bisnis makanan sehat di kawasan Tangerang dan sekitarnya.

Per hari Devit mampu menjual puluhan box makanan sehat para pelanggan setianya. Devit juga terus berinovasi untuk mengembangkan banyak varian menu agar pelanggan tidak bosan untuk berlangganan makanan sehat dengannya.

Saat ini Devit mempekerjakan sekitar 5-6 orang karyawan termasuk koki, pengantar makanan, hingga nutritionist. Devit mengatakan, kedepannya ia juga akan mencoba peruntungan untuk menjual camilan dan minuman sehat yang diharapkan dapat diterima dengan baik oleh para pelanggannya.

Baca juga: Kisah Oktavirasa, Cintanya pada Seni Merajut dan Kaligrafi Berbuah Sukses Usaha Fesyen Ramah Lingkungan

Halaman:


Terkini Lainnya

Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Whats New
IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

Whats New
Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Whats New
Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Whats New
Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Whats New
KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

Whats New
Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Whats New
Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Whats New
Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi Jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi Jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com