Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek RDMP Rampung 2025, Kilang Balikpapan Bakal Jadi Kilang Terbesar Pertamina

Kompas.com - 02/04/2024, 15:22 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan menjadi salah satu proyek dengan investasi terbesar yang dilaksanakan oleh Pertamina saat ini. Jika proyek ini berhasil, Kilang Balikpapan akan jadi kilang terbesar yang dimiliki Pertamina.

Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Hermansyah Y Nasroen mengatakan, keberhasilan proyek RDMP Balikpapan ini nantinya akan menaikkan kapasitas produksi kilang Balikpapan menjadi 360.000 barrel per hari dari kapasitas awal 260.000 barrel hari. Proyek RDMP Balikpapan ditargetkan selesai pada 2025.

"Dengan kenaikan kapasitas 100.000 barrel per hari, Kilang Balikpapan akan menjadi kilang terbesar yang dimiliki oleh Pertamina," kata Hermansyah melalui keterangan pers, Selasa (2/4/2024).

Baca juga: Progres Proyek RDMP Balikpapan Tembus 87 Persen, Operasi Penuh 2025

Ia menambahkan, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek dengan kompleksitas tinggi. Sebab, KPI harus membangun unit kilang yang baru berdampingan bahkan beririsan dengan kilang eksisting.

"KPI harus memastikan proyek berjalan sementara kilang eksisting tetap harus beroperasi," lanjut Hermansyah.

Ia melanjutkan, proyek RDMP Balikpapan tersebut sedang memasuki milestone baru dengan dilaksanakannya program Turn Arround (TA) Revamp.

"Saat ini KPI memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1 juta barrel per hari. TA Revamp yang dilaksanakan oleh KPI saat ini memiliki tujuan untuk mengintegrasikan unit kilang eksisting dengan unit kilang baru hasil pelaksanaan proyek RDMP," lanjutnya.

Baca juga: RDMP Balikpapan, Proyek Terbesar Sepanjang Sejarah Pertamina Capai 82 Persen

Pembangunan RDMP Balikpapan merupakan upaya KPI untuk meningkatkan kapasitas produksi kilangnya.

Hermansyah mengatakan, saat ini upaya peningkatan kapasitas kilang terus dilakukan Pertamina.

"Pada periode 2019 hingga 2023, Pertamina telah melakukan peningkatan kapasitas produksi di kilang-kilang eksisting mencapai 126.200 barrel per hari dan meningkatkan produksi produk petrokimia hingga 180.000 ton per tahun," katanya.

Baca juga: Diungkit Luhut, Pertamina Bakal Produksi BBM Euro 5 Saat Kilang Balikpapan Beroperasi Penuh

Upaya KPI tingkatkan kapasitas produksi kilang

Selain proyek RDMP Balikpapan, KPI juga melakukan beberapa proyek peningkatan kapasitas selama periode 2019 sampai dengan 2023.

Beberapa proyek tersebut di antaranya proyek blue sky Cilacap pada Agustus 2019 yang meningkatkan kapasitas produksi dari 23.000 barrel per hari menjadi 53.000 barrel per hari. Proyek ini juga meningkatkan kualitas produk yang sebelumnya Euro II menjadi setara Euro IV.

Selain itu terdapat proyek RDMP Balongan Phase 1 pada Juni 2022. Pada proyek ini, kapasitas produksi Crude Distilation Unit (CDU) yang sebelumnnya 125.000 barrel perhari berhasil ditingkatkan menjadi 150.000 barrel per hari.

Selain menaikkan kapasitas pengolahan minyak, KPI menyebutkan nanti akan ada tambahan produksi produk petrokimia hingga 225.000 ton per tahun.

"KPI sebagai bagian Pertamina menjadi pilar ketahanan energi dengan produk olahan kilangnya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas produksi menjadi salah satu strategi perusahaan untuk terus bertumbuh," pungkas Hermansyah.

Halaman:


Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

Whats New
Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Whats New
Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Whats New
Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Earn Smart
Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Whats New
Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Whats New
Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Whats New
Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Work Smart
PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

Whats New
Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com