Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KAI Bakal Terima 1 Rangkaian Kereta LRT Jabodebek yang Diperbaiki INKA

Kompas.com - 08/05/2024, 13:00 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan menerima satu rangkaian kereta (trainset) LRT Jabodebek yang diperbaiki oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA pada Agustus 2024.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengatakan, terdapat dua trainset LRT Jabodebek yang diperbaiki INKA pasca kecelakaan pada Oktober 2021 di Cibubur, Jakarta Timur.

Saat ini baru satu trainset yang sudah selesai diperbaiki dan tengah dilakukan proses pengujian sebelum pada Agustus mendatang diserahkan INKA ke PT KAI.

Baca juga: Frekuensi Perjalanan Ditambah, LRT Jabodebek Kini Operasikan 20 Rangkaian Kereta

Sementara satu trainset lainnya masih diperbaiki INKA dan belum dapat dipastikan kapan akan selesai dan diserahkan ke PT KAI.

"Yang dua terlibat kecelakaan (saat ini) belum diserahkan ke kami. Yang satu sudah selesai diperbaiki, sedang proses pengujian, target Agustus tahun ini. Yang satu masih diperbaiki di INKA," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/5/2024).

Sebelumnya Direktur Utama INKA Eko Purwanto menargetkan dua trainset yang diperbaiki ini akan tiba di Depo LRT Jabodebek di Bekasi Timur pada November 2023. Namun nyatanya hingga kini masih belum terealisasi.

Baca juga: Jadwal LRT Jabodebek Terbaru Berlaku Mei 2024

Mahendro mengungkapkan, lamanya proses perbaikan kedua trainset disebabkan karena suku cadang yang diperlukan cukup banyak dan ada yang perlu diimpor.

Berdasarkan catatan Kompas.com, kereta LRT Jabodebek diproduksi oleh PT INKA. Meski kereta tanpa masinis ini dirancang oleh teknisi-teknisi dari PT INKA, namun komponen kereta didatangkan dari Jerman.

"(Kendalanya) lebih kepada suku cadang atau komponen yang perlu diperbaiki cukup banyak," kata Mahendro.

Terkait hal ini, Kompas.com telah mencoba mengkonfirmasi ke PT INKA namun sampai berita ini ditulis masih belum mendapatkan jawaban.

Baca juga: Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat Sepanjang 2024

Adapun LRT Jabodebek memiliki total 31 trainset dimana 18 atau 20 trainset dioperasikan saat akhir pekan atau hari kerja.

Kemudian 4 trainset disiagakan sebagai armada cadangan untuk dioperasikan jika armada yang beroperasi mengalami gangguan.

Sementara 5 trainset diposisikan di Light Maintenance untuk dilakukan perawatan rutin secara bergiliran dan 2 trainset masih diperbaiki INKA.

Nantinya saat LRT Jabodebek beroperasi penuh, hanya akan mengoperasikan armada hingga 27 trainset setiap hari sehingga meski 2 trainset ini masih diperbaiki, maka tidak mempengaruhi operasional LRT Jabodebek.

Baca juga: LRT Jabodebek Sempat Gangguan, Disebabkan Kendala Sistem Rem

2 Trainset LRT Jabodebek Kecelakaan Saat Uji Coba

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan LRT Jabodebek melibatkan trainset nomor 29 dan trainset nomor 20 yang tabrakan di lintasan Stasiun Harjamukti-Stasiun Ciracas yang berlokasi di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada 25 Oktober 2021.

Saat itu, trainset 29 melaju dengan kecepatan di atas standar ketika sedang dilangsir atau dipindahkan ke jalur lain, sehingga menabrak trainset 20 yang dalam kondisi diam atau terparkir.

Berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menunjukkan teknisi TS 29 mengalami distraction (gangguan) akibat penggunaan ponsel sehingga tidak fokus dalam menjalankan kereta, serta melihat kecepatan dan posisi kereta.

KNKT menyebut tabrakan rangkaian kereta uji coba TS 29 dan TS 20 LRT Jabodedek tersebut menjadi kejadian yang paling menonjol pada moda kereta api sepanjang tahun 2021.

Baca juga: LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

BTPN Jadi Bank Kustodian

BTPN Jadi Bank Kustodian

Rilis
Penanganan Stunting, Inflasi dan Kemiskinan Esktrem Harus Dilakukan Secara Terpadu

Penanganan Stunting, Inflasi dan Kemiskinan Esktrem Harus Dilakukan Secara Terpadu

Whats New
4 Tips Kelola Keuangan untuk Pasangan Modern

4 Tips Kelola Keuangan untuk Pasangan Modern

Whats New
Hingga 2040, Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik Diproyeksi Terus Meningkat

Hingga 2040, Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik Diproyeksi Terus Meningkat

Whats New
50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

Whats New
Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Whats New
LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

Whats New
Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Whats New
KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

Whats New
Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Whats New
Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Whats New
Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Whats New
Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Whats New
DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

Whats New
Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com