Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Kompas.com - 25/05/2024, 19:08 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com - Pendaftaran sekolah kedinasan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN tahun 2024 telah dibuka, dan akan berlangsung sampai 13 Juni mendatang.

Dilansir dari pengumuman resmi, pendaftar PKN STAN 2024 harus memiliki nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT).

Ada tiga jalur penerimaan mahasiswa baru PKN STAN 2024, yaitu jalur reguler, jalur afirmasi kewilayahan, dan jalur pembibitan.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Perlu diketahui, ada ketentuan batas minimal nilai UTBK-SNBT yang harus dipenuhi oleh peserta sesuai jalur penerimaan yang diikuti.

Sementara itu, nilai UTBK-SNBT dikecualikan bagi pendaftar jalur reguler B, yaitu seluruh lulusan pendidikan mengenah atas yang menjadi finalis lomba olimpiade APBN atau Bedah Data APBD yang diselenggarakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2023.

Lantas, berapa nilai minimal UTBK-SNBT 2024 untuk masing-masing jalur penerimaan PKN STAN?

Baca juga: Pendaftaran SPMB PKN STAN 2024 Resmi Dibuka, Ini Linknya

Batas minimal nilai UTBK-SNBT PKN STAN 2024

Jenis tes yang diujikan dalam UTBK-SNBT yaitu tes potensi skolastik/TPS, tes literasi dalam bahasa Indonesia, tes literasi dalam bahasa Inggris, dan tes penalaran matematika.

Rincian batas minimal UTBK-SNBT 2024 untuk masing-masing jalur penerimaan PKN STAN tahun ini sebagai berikut:

1. Jalur reguler

  • Tes potensi skolastik: 600
  • Tes literasi dalam bahasa Indonesia: 550
  • Tes literasi dalam bahasa Inggris: 500
  • Tes penalaran matematika: 500.

2. Jalur afirmasi kewilayahan

  • Tes potensi skolastik: 400
  • Tes literasi dalam bahasa Indonesia: 375
  • Tes literasi dalam bahasa Inggris: 325
  • Tes penalaran matematika: 375.

3. Jalur pembibitan

  • Tes potensi skolastik: 450
  • Tes literasi dalam bahasa Indonesia: 450
  • Tes literasi dalam bahasa Inggris: 375
  • Tes penalaran matematika: 375.

Baca juga: Simak, Ini Rincian Formasi Sekolah Kedinasan 2024

Sebagai informasi, tahapan seleksi PKN STAN meliputi seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), tes kesehatan, kebugaran, dan psikologi, serta tes wawancara.

Terkait dengan proses pendaftaran seleksi PKN STAN 2024, dilakukan secara online melalui laman https://dikdin.bkn.go.id dan laman https://spmb.pknstan.ac.id.

Peserta dikenai biaya pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru sebesar Rp 400.000, sudah termasuk biaya pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) sebesar Rp 100.000.

Baca juga: Daftar 15 Sekolah Kedinasan Kemenhub yang Buka Formasi CPNS 2024

Lebih lanjut, jadwal pelaksanaan seleksi PKN STAN 2024 sebagai berikut:

  • 22 Mei-13 Juni 2024: Pendaftaran online di laman https://dikdin.bkn.go.id
  • 29 Mei-20 Juni 2024: Pendaftaran online di laman https://spmb.pknstan.ac.id
  • 28 Juni 2024: Pengumuman hasil seleksi administrasi
  • 1-4 Juli 2024: Pembayaran biaya pendaftaran SPMB
  • 14 Juli 2024: Pengumuman jadwal dan lokasi seleksi kompetensi dasar (SKD)
  • 1-6 Agustus 2024: Pelaksanaan SKD
  • 13 Agustus 2024: Pengumuman hasil SKD serta jadwal dan lokasi seleksi lanjutan I (tes kesehatan, kebugaran, dan psikologi)
  • 19-24 Agustus 2024: Seleksi lanjutan I
  • 11 September 2024: Pengumuman hasil seleksi lanjutan I serta jadwal dan lokasi seleksi lanjutan II (tes wawancara)
  • 17-20 September 2024: Seleksi lanjutan II (tes wawancara)
  • 24 September 2024: Pengumuman kelulusan SPMB PKN STAN
  • 2-4 Oktober 2024: Pendaftaran ulang
  • 14 Oktober 2024: Mulai pendidikan.

Demikian ulasan mengenai batas minimal nilai UTBK-SNBT untuk mendaftar PKN STAN 2024 di setiap jalur penerimaan.

Baca juga: Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2024

Baca juga: Cara Cek Formasi CPNS 2024 di SSCASN

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

Whats New
HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

Spend Smart
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Whats New
Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Whats New
Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Whats New
Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com