Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Catat, 3 Kesalahan Fatal Saat Wawancara Kerja

NEW YORK, KOMPAS.com - Ketika Anda melamar pekerjaan, panggilan untuk wawancara kerjaadalah hal yang ditunggu-tunggu.

Akan tetapi, banyak hal yang memengaruhi penampilan Anda di depan pihak perusahaan saat wawancara kerja. Anda bisa saja gugup atau sudah telanjur kelelahan, sehingga penampilan Anda terasa kurang prima.

Pakar karier Ashley Stahl memaparkan, sukses menjalani wawancara kerja dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Selain itu, hal lain yang memengaruhi adalah mengenali bagaimana Anda bisa mencegah pihak perusahaan merekrut Anda.

Dilansir dari Forbes, Sabtu (28/12/2019), Stahl mengungkapkan, ada 3 kesalahan fatal yang dilakukan saat wawancara kerja yang bisa berujung pada kegagalan.

1. Menceritakan segalanya

Banyak sesi wawancara kerja dimulai dengan pertanyaan terbuka, salah satunya adalah "Ceritakan tentang diri Anda." Bagi sebagian orang, pertanyaan ini menjebak, sebab bisa saja Anda menceritakan terlalu banyak hal ke orang asing.

Pahitnya, keputusan Anda untuk menceritakan segala hal tentang diri Anda bisa berdampak negatif.

Situasi lainnya adalah pihak perusahaan bertanya tentang alasan Anda keluar dari pekerjaan sebelumnya. Kalau terjebak, Anda bisa jadi malah membicarakan tentang kesulitan yang Anda hadapi saat itu atau bagaimana bos memecat Anda.

"Tak peduli bagaimana koneksi Anda dengan pewawancara, ingat bahwa menceritakan segalanya bisa menjadi tidak profesional dan tidak andal, meski pembicaraannya sangat menarik," ujar Stahl.

Menurut Stahl, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Jangan lupa pula untuk berlatih, sehingga Anda yakin dengan jawaban Anda dan dapat tampil penuh percaya diri.

2. Bersikap dingin atau negatif

Stahl menuturkan, wawancara kerja adalah pengalaman yang bisa membuat Anda cemas atau tegang. Namun, banyak orang tak sadar bahwa kecemasan ini bisa terlihat seperti marah atau sikap negatif.

Perusahaan tentu saja tidak mau merekrut orang yang bersikap dingin atau penuh aura negatif.

Sikap negatif pun bisa tampak dari pernyataan-pernyataan Anda. Stahl menyarankan, jangan tergiur untuk membicarakan mantan bos yang menyebalkan atau situasi kerja terdahulu yang tidak menyenangkan.

"Studi menemukan bahwa persepsi negatif terhadap orang lain terkait dengan tingginya level narisisme dan antisosial," ungkap Stahl.

Menurut dia, untuk memastikan bahwa Anda tak memancarkan aura negatif, cobalah ungkapkan bagaimana pekerjaan Anda sejalan dengan misi positif yang ingin Anda bawa. Misalnya, "Alasan mengapa kesempatan ini sangat sejalan dengan cita-cita saya adalah..."

Ingat juga, selalu tatap mata pewawancara dan jangan lupa tersenyum.

3. Tidak mengetahui budaya perusahaan

Stahl menyarankan Anda untuk meluangkan waktu melakukan riset sebelum menjalani wawancara kerja. Ini termasuk riset tentang deskripsi pekerjaan, produk dan jasa perusahaan, serta budaya perusahaan.

Salah satu budaya perusahaan misalnya adalah gaya berbusana para pegawai. Sehingga, jangan sampai Anda salah kostum saat wawancara kerja.

"Buka internet dan cari citra perusahaan melalui media sosial resmi. Jika Anda melakukan riset kecil-kecilan, saya yakin Anda menemukan foto kegiatan para pegawai. Tak hanya terkait busana, namun apakah budaya perusahaan sejalan dengan apa yang Anda cari," terang Stahl.

Dalam melakukan pencarian, mulailah juga untuk menyusun daftar pertanyaan spesifik mengenai pekerjaan dan perusahaan. Pertanyaan ini nantinya bisa diajukan ke pewawancara.

"Memiliki beberapa pertanyaan yang bagus akan memberikan kesan yang besar tentang minat Anda pada pekerjaan itu," ucap Stahl.

https://money.kompas.com/read/2019/12/28/182734326/catat-3-kesalahan-fatal-saat-wawancara-kerja

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke