Salin Artikel

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

KOMPAS.com – Di tengah wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19), komoditas di pasar harus tetap tersedia dengan harga wajar dan stabil.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan kebijakan terkait impor bawang putih dan bawang bombai.

Namun, terdapat perbedaan kebijakan di antara kedua kementerian tersebut. Kementan tetap memberlakukan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) untuk bawang putih dan bawang bombai.

Sementara itu, Kemendag melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 27 tahun 2020 menghapus syarat pengurusan RIPH dan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk importir bawang putih dan bawang bombai.

Penghapusan itu memberi keleluasaan bagi pedagang asing untuk melakukan penetrasi langsung ke pasar Indonesia tanpa perlu memenuhi prosedur rekomendasi izin impor.

Perbedaan kebijakan antara Kementan dengan Kemendag pun berujung polemik yang menimbulkan ketidakpastian di dunia usaha.

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi NasDem Charles Meikyansah mengatakan, RIPH dan SPI masih diperlukan dan baik tujuannya.

Menurut dia, RIPH dan SPI mewajibkan importir untuk menanam sedikitnya 5 persen bawang putih dari jumlah yang diimpor. Impor produk holtikultura juga sudah sangat jelas dalam UU 13/2010 tentang Holtikultura pasal 88 ayat 1.

"Impor produk holtikultura harus didasarkan pada keamanan produk, ketersediaan produk dalam negeri, standar mutu, keamanan bagi kesehatan manusia, dan lainnya,” kata Charles dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Ia melanjutkan, pemberlakuan RIPH dan SPI menunjukkan komitmen kuat Menteri Pertanian (Mentan) dalam mewujudkan swasembada komoditas bawang putih dan bawang bombai.

“Impor bukan hanya perkara pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk berkontribusi mewujudkan swasembada bawang,” Kata Charles.

Lebih lanjut, Charles mengatakan, saat ini Kementan sudah menjaga ketersediaan bawang dengan menerbitkan izin impor RIPH bawang putih 450.000 ton untuk 54 importir dan 227.000 ton bawang bombai dari 43 importir.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR Fraksi Gerindra Azikin Solthan mengatakan, RIPH merupakan upaya mengembangkan produk holtikultura, sekaligus melindungi petani dalam negeri dari kerugian.

“Kalau RIPH dan SPI dilewati importir, mimpi menuju swasembada bawang putih terancam gagal. Semangat petani bawang putih yang sudah terbangun bisa merosot. Kementan harus tetap tegak dengan kebijakannya,” kata Azikin.

Selain itu Azikin mengatakan, relaksasi izin impor juga dapat menciptakan persaingan tidak sehat yang berdampak buruk pada neraca perdagangan Indonesia.

“Kalau sudah demikian, devisa yang seharusnya menjadi milik warga Indonesia juga terkuras,” kata Azikin.

Lebih lanjut Azikin menyatakan, perlindungan petani dan pengusaha pertanian dalam negeri harus menjadi prioritas agar Indonesia mampu mengambil bagian dalam global value chain.

https://money.kompas.com/read/2020/03/29/114656426/di-tengah-pandemi-covid-19-kebijakan-impor-bawang-belum-temui-titik-terang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Dunia Turun tapi Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Berimbas ke Anggaran Subsidi BBM

Harga Minyak Dunia Turun tapi Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Berimbas ke Anggaran Subsidi BBM

Whats New
Fokuskan Bank Mayora Jadi Bank Digital Khusus UMKM, BNI akan Tawarkan Bunga Kredit Lebih Rendah

Fokuskan Bank Mayora Jadi Bank Digital Khusus UMKM, BNI akan Tawarkan Bunga Kredit Lebih Rendah

Whats New
Sebagian Pengemudi Sudah Dapat BLT Ojol, Berapa Jumlahnya?

Sebagian Pengemudi Sudah Dapat BLT Ojol, Berapa Jumlahnya?

Whats New
IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I Perdagangan

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
Peringati 100 Hari Kerja Mendag Zulhas, IKAPPI: Jangan Banyak Pencitraan..

Peringati 100 Hari Kerja Mendag Zulhas, IKAPPI: Jangan Banyak Pencitraan..

Whats New
Erick Thohir: Kapan Kita Sadar kalau Impor Terus?

Erick Thohir: Kapan Kita Sadar kalau Impor Terus?

Whats New
Info Biaya Admin BCA Blue atau Silver beserta Limit Transaksinya

Info Biaya Admin BCA Blue atau Silver beserta Limit Transaksinya

Whats New
Update Rute dan Jadwal KA Sembrani Jakarta - Surabaya 2022

Update Rute dan Jadwal KA Sembrani Jakarta - Surabaya 2022

Whats New
Pendaftaran Seleksi PPG Prajabatan Gelombang 2 Diperpanjang, Klik ppg.kemdikbud.go.id

Pendaftaran Seleksi PPG Prajabatan Gelombang 2 Diperpanjang, Klik ppg.kemdikbud.go.id

Whats New
Erick Thohir Bakal Bangun Pos Block di Bandung dan Surabaya

Erick Thohir Bakal Bangun Pos Block di Bandung dan Surabaya

Whats New
Rupiah Masih Bertengger di Rp 15.100, Ini Strategi BI untuk Mengatasinya

Rupiah Masih Bertengger di Rp 15.100, Ini Strategi BI untuk Mengatasinya

Whats New
Terus Melemah, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 15.200 Per Dollar AS

Terus Melemah, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 15.200 Per Dollar AS

Whats New
OJK Sebut Guru dan Korban PHK Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal

OJK Sebut Guru dan Korban PHK Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin BCA Platinum, Fasilitas, dan Limitnya

Info Lengkap Biaya Admin BCA Platinum, Fasilitas, dan Limitnya

Spend Smart
PGN bersama PT Pindad Kolaborasi Kembangkan Teknologi Tabung CNG dan LNG

PGN bersama PT Pindad Kolaborasi Kembangkan Teknologi Tabung CNG dan LNG

Rilis
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.