Salin Artikel

6 Fakta Penting Diskon Tagihan Listrik Bagi Jutaan Pelanggan PLN

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan untuk memberikan diskon tarif listrik pada jutaan pelanggan PT PLN (Persero) yang memenuhi kriteria penerima subsidi listrik. Diskon listrik dilakukan guna mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona atau Covid-19.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Seiring berjalannya waktu, kebijakan diskon tagihan listrik kemudian semakin diperluas untuk meringankan beban masyarakat. Berikut 6 fakta penting mengenai kebijakan pemberian diskon listrik gratis ini.

1. Berlaku bagi pelanggan 450 VA dan subsidi 900 VA

Listrik gratis hanya diberikan kepada pelanggan listrik golongan 450 Volt Ampere (VA), sementara pemangkasan biaya sebesar 50 persen diberikan kepada pelanggan listrik golongan subsidi 900 VA.

Kedua golongan pelanggan tersebut akan mendapatkan pemangkasan hingga pembebasan biaya listrik selama 3 bulan, yakni April, Mei, dan Juni 2020. Lalu diperpajang sampai September 2020.

Berdasarkan data yang dimiliki PT PLN (Persero) jumlah pelanggan listrik golongan 450 VA sampai dengan Desember 2019 sebesar 24 juta pelanggan. Kemudian jumlah pelanggan listrik 900 VA subsidi mencapai 7,2 juta pelanggan.

2. Diklaim via Whatsapp dan website PLN

PLN telah menyiapkan dua opsi platform bagi masyarakat untuk melakukan klaim token gratis, yakni melalui situs resmi dan WhatsApp.

Untuk klaim via website bisa dilakukan dengan masuk ke laman www.pln.co.id (PLN online) lalu memasukan ID pelanggan atau nomor meter. Untuk via WhatsApp, pelanggan PLN tinggal mengirim pesan teks ke 08122-123-123 dan ikuti petunjuk yang diberikan.

3. Pemerintah suntik PLN Rp 6,9 triliun

Pemerintah menyuntik dana segar ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebesar Rp 9,6 triliun. Ini dilakukan sebagai bentuk penyertaan modal negera (PMN).

Asal tahu saja, anggaran dana untuk PLN ini merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada perusahaan pelat merah. Adapun pemerintah membagi suntikan dana kepada PLN menjadi dua bagian.

Pertama, sebesar Rp 4,63 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha PLN dengan penambahan PMN ke dalam modal saham perusahaan listrik itu dari Kementerian ESDM, dan sisanya berasal dari APBN langsung.

4. PLN rugi di kuartal I 2020

PT PLN (Persero) melaporkan, pada kuartal I-2020 kinerja keungan perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 38,88 triliun. Realisasi tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun 2019, dimana PLN berhasil meraup laba bersih Rp 4,1 triliun.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, hal tersebut diakibatkan sempat tertekannya kurs rupiah terhadap dollar AS pada Maret 2020. Total kerugian yang diakibatkan mata kurs mata uang asing mencapai Rp 51,97 triliun.

"Pada saat itu nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 16.367 per dollar AS. Dibandingkan dengan 31 Desember 2019 sebesar Rp 14.244 per dollar AS, maka berdasarkan PSAK 10, perusahaan berkewajiban untuk mencatat selisih kurs sebesar Rp 51,97 triliun," kata dia.

5. Subsidi diperluas

PT PLN (Persero) menggratiskan listrik untuk pelanggan yang masuk kategori bisnis kecil (B1) dan industri kecil (I1) daya 450 VA. Listrik gratis berlaku selama 6 bulan dari Mei hingga Oktober 2020.

Program listrik gratis 6 bulan ini diberlakukan sebagai upaya pemerintah meringankan dampak ekonomi dari virus corona (Covid-19). Sebelumnya, pemerintah memberikan keringanan bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA subsidi.

Kompensasi atau diskon diterima pelanggan dalam bentuk pulsa listrik gratis yang akan diberikan setiap bulan dari Mei hingga Oktober 2020. Cara klaim bisa dilakukan lewat website PLN dan Whatsapp.

6. Gratiskan biaya pemakaian minumum (abonemen)

Pemerintah memutuskan untuk memperluas subsidi listrik dengan meringankan abonemen listrik bagi pelanggan listrik PLN untuk sektor sosial, bisnis, dan industri senilai Rp 3 triliun.

Ketua Komite Kebijakan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah meringankan beban pelanggan PLN dengan memberikan subsidi pada tagihan listrik untuk pemakaian listrik minimum dan abonemen.

Biaya minimum adalah perhitungan energi minimum selama 40 jam dalam kurun waktu satu bulan yang perlu dibayarkan oleh pelanggan.

"Di mana aspirasi dari industri dan pariwisata bahwa mereka meminta keringanan pembayaran minimum listrik," kata Airlangga.

"Terdiri dari Rp 285,9 miliar untuk pengguna listrik sosial, Rp 1,3 triliun untuk pengguna bisnis, dan 1,4 triliun untuk indistri. Jadi ini sudah diberikan, segera PMK-nya disiapkan," kata dia lagi.

(Sumber: KOMPAS.com/Elsa Catriana | Editor: Bambang P. Jatmiko, Erlangga Djumena, Yoga Sukmana)

https://money.kompas.com/read/2020/08/07/090859926/6-fakta-penting-diskon-tagihan-listrik-bagi-jutaan-pelanggan-pln

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.