Salin Artikel

Menkop Teten Bakal Alihkan Anggaran Subsidi Bunga ke BLT UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, sebagian anggaran subsisi bunga kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal dialihkan ke sektor lain yang lebih membutuhkan.

Salah satunya ke program bantuan langsung tunai atau BLT UMKM.

Ia mengungkapkan, langkah ini diambil sebab anggaran subsidi bunga yang jadi bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tersebut, serapannya rendah. Serapan subisidi bunga diperkirakan hanya Rp 6 triliun dari alokasinya yang sebesar Rp 35 triliun.

"Realisasinya memang agak rendah penyerapan subsidi bunga KUR maupun non-KUR, saat ini baru Rp 1,18 triliun, dan komite PEN mensimulasi kemungkinan terserap Rp 6 triliun, estimasi awal terlalu besar," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2020).

Oleh sebab itu, pihaknya tengah berupaya mengalihkan sisa anggaran subsidi bunga untuk terserap ke pos anggaran lainnya. Seperti untuk menambah jumlah penerima program Banpres Produktif atau BLT UMKM Rp 2,4 juta.

Saat ini, pemerintah menargetkan 12 juta UMKM menjadi penerima bantuan modal kerja tersebut dengan total anggaran Rp 22 triliun. 

Adapun Kemenkop UKM sudah menerima data sekitar 17 UMKM yang mengajukan diri sebagai penerima bantuan.

Teten mengatakan, rencana ini sedang ia komunikasikan dengan Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin untuk bisa disetujui.

"Jadi nanti akan ada bujet yang bisa kita alihkan, kami sedang melobi Ketua PEN," imbuhnya.

Selain untuk BLT UMKM, rencananya anggaran kelebihan dari program subsidi bunga juga akan dialihkan untuk memperkuat penyerapan produk dari petani, nelayan, dan peternak dalam negeri.

"Kemudian ini juga untuk beli produk pangan dari rakyat yang tidak terserap oleh pasar. Ini sedang kami susun rencananya," kata Teten.


Untuk diketahui, total anggaran PEN yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 695,2 triliun. Terdiri dari anggaran program kesehatan senilai Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, dan insentif usaha sebesar Rp 120,61 triliun.

Kemudian, anggaran untuk sektor UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, serta anggaran untuk dukungan sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp 106,11 triliun.

https://money.kompas.com/read/2020/08/28/063900226/menkop-teten-bakal-alihkan-anggaran-subsidi-bunga-ke-blt-umkm

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.