Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tahap Awal, KRL dari Yogyakarta Hanya Sampai Stasiun Klaten

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) optimistis segera mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Yogyakarta-Solo seiring dengan persiapan yang terus dilakukan.

"Segera uji coba," kata Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto dilansir dari Antara, Selasa (6/10/2020).

Selain itu, kata dia, pembahasan tersebut juga terkait penentuan jumlah perjalanan KRL dan seperti apa pola operasinya.

Ia mengatakan pada tahap pertama nantinya uji coba dilakukan untuk rute Yogyakarta-Klaten. Sedangkan untuk sampai di Solo, diharapkan bisa direalisasikan akhir tahun ini atau awal tahun depan.

"Rencananya nanti dari Stasiun Tugu Yogya-Stasiun Klaten ada 10 perjalanan atau 5 kali perjalanan PP (pulang pergi), tetapi ini baru tahap pembicaraan," kata dia.

Selain pembahasan mengenai operasional, lanjut dia, persiapan lain yang dilakukan adalah dalam waktu dekat ini kereta yang akan digunakan sebagai KRL akan didatangkan dari Jakarta. Sedangkan mengenai harga tiket, menurut dia, juga masih dalam tahap pembahasan.

"Harga tiket masih dibahas, kan nanti juga masih ada uji coba," jelas Eko.

Ia mengatakan untuk KRL tersebut nantinya akan berada di bawah pengelolaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang merupakan anak perusahaan PT KAI (Persero).

"Untuk kereta komuter mulai 1 Oktober dikelola oleh KCI, termasuk layanan tiket, komplain, masalah pelayanan, dan operasional. Meski demikian, kalau perawatan tetap oleh PT KAI," katanya.

Sementara itu selain mengoperasikan KRL tersebut, kata dia, PT KAI Daop VI juga berencana kembali mengoperasikan beberapa stasiun seperti Delanggu dan Ceper yang ada di Klaten untuk naik turun penumpang.

"Harapannya dengan begitu perekonomian sekitar bisa ikut terangkat," kata Eko.

Operasional KRL ini untuk menggantikan kereta Prambanan Ekspres yang selama ini melayani rute Yogyakarta-Solo (KRL Jogja-Solo) bahkan hingga Kutoarjo.

Untuk kebutuhan 10 trainset yang akan beroperasi di jalur Yogyakarta-Solo, sudah dapat terpenuhi dua rangkaian kereta yang saat ini tengah dalam proses pengujian endurance di Jakarta.

KCI Yogyakarta berharap operasional kereta rel listrik tersebut sudah dapat dilakukan pada awal Januari 2021 atau bahkan diharapkan dapat direalisasikan lebih cepat.

Nantinya, standar operasional KRL yang akan dijalankan di Daop VI disesuaikan dengan standar yang sudah dijalankan untuk KRL yang selama ini melayani Jabodetabek.

Operasional KRL di wilayah kerja PT KAI Daop 6 Yogyakarta ditandai dengan alih kelola kereta lokal dari Daop 6 yang selama ini menjadi operator Prambanan Ekspres ke PT KAI Commuter.

Direktur Utama KAI Commuter Wiwik Widayanti mengatakan pelayanan KRL di wilayah kerja Daop 6 Yogyakarta akan berbeda dengan pelayanan untuk Prambanan Ekspres, salah satunya untuk pembelian tiket.

“Nanti akan menggunakan kartu multitrip. Selama ada saldonya, maka bisa digunakan untuk naik kereta,” kata dia.

Sistem ini akan mengurangi banyak antrean penumpang. Selain itu, pelayanan waktu tempuh kereta juga diupayakan lebih cepat dengan titik pemberhentian di lebih banyak stasiun sehingga dapat mendukung upaya peningkatan perekonomian masyarakat.

Saat ini, waktu tempuh Prambanan Ekspres untuk rute Yogyakarta-Solo sekitar 56 menit dengan kecepatan kereta 70-80 kilometer per jam.

“Kami ajukan kecepatan kereta bisa sampai 90 kilometer per jam sehingga waktu tempuh lebih cepat,” kata dia.

Ia menyebutkan potensi penumpang KRL di Daop 6 Yogyakarta cukup tinggi yang dapat terlihat dari padatnya volume kendaraan di jalan raya Yogyakarta-Solo.

Dengan beroperasinya KRL dari Jogja hingga Solo pada akhir tahun 2020, praktis kereta berbasis listrik ini akan menggantikan operasional KA Prambanan Ekspress atau KA Prameks.

Rangkaian KA Prameks rencananya akan direlokasi ke daerah lain sebagai moda transportasi kereta lokal. Nantinya dengan menggunakan KRL, mobilitas warga sepanjang Jogja-Solo akan lebih meningkat dan meningkatkan roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya.

KRL memiliki beberapa keunggulan di antaranya kapasitas angkut yang lebih banyak dan efisiensi operasional karena listrik yang dianggap lebih murah. Headway kedatangan kereta juga bisa ditingkatkan.

https://money.kompas.com/read/2020/10/06/151244426/tahap-awal-krl-dari-yogyakarta-hanya-sampai-stasiun-klaten

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke