Salin Artikel

Sepanjang Semester I 2021, Indika Energy Sudah Serap Belanja Modal Rp 529 Miliar

Director and Group Chief Financial Officer Indika Energy, Retina Rosabai mengatakan, perseroan telah menganggarkan belanja modal sebesar 124,8 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,78 triliun.

"Konsolidasi capex semester I-2021 itu mencapai 37 juta dolar AS, di mana ini jauh di bawah target sepanjang tahun yang sebesar 124,8 juta dollar," kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Adapun penggunaan belanja modal tertinggi ada pada PT Petrosea Tbk sebesar 26,6 juta AS untuk pemeliharaan dan penggantian aset. Kemudian serapan sebesar 4,2 juta dollar AS oleh PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) untuk pemeliharaan kapal.

Lalu oleh PT Interport Mandiri Utama belanja modal telah diserap sebanyak 3,7 juta dollar AS, PT Indika Multi Properti (IMP) sebesar 1,5 juta dollar AS, dan Indika Resources telah menggunakan sebanyak 500.000 dollar AS.

Sedangkan Indika Holding Company sudah menyerap belanja modal sebanyak 300.000 dollar AS dan PT Kideco Jaya Agung (Kideco) telah menggunakan sebanyak 200.000 dollar AS.

Retina menambahkan, sepanjang paruh pertama 2021, perseroan juga mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 14 persen yakni mencapai 1,28 miliar dollar AS dari periode sama di tahun lalu yang sebesar 1,12 miliar dollar AS.

Menurutnya, peningkatan pendapatan utamanya dikarenakan kenaikan harga jual rata-rata batu bara mencapai 21,9 persen menjadi sebesar 48,6 dollar AS per ton dari sebelumnya 39,8 dollar AS. Pendapatan penjualan batu bara ini berasal dari Kideco.

Kideco mencatat kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 8,5 persen dari 16,6 juta ton menjadi 18,1 juta ton pada semester I-2021. Dari volume tersebut, Kideco memasarkan 6,4 juta ton atau 35 persen diantaranya untuk pasar domestik, jauh melebihi ketentuan minimal domestic market obligation (DMO) batubara yang sebesar 25 persen.

Sementara itu volume penjualan batubara untuk pasar ekspor mencapai 11,7 juta ton dengan negara tujuan China, India, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Selain itu selama semester 1-2021 DMO baru bara yang kita jual ke PLN meningkat tajam mencapai 35 persen dari batas DMO yang sebesar 25 persen," jelas Retina.

https://money.kompas.com/read/2021/08/04/180900026/sepanjang-semester-i-2021-indika-energy-sudah-serap-belanja-modal-rp-529

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.