Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Produksi Rokok Naik Jadi 177,6 Miliar Batang hingga Juli, Didominasi Jenis SKT

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Nirwala Dwi Heryanto, mengatakan, kenaikan tertinggi terjadi pada rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT).

Hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh tidak adanya kenaikan cukai rokok untuk SKT tahun 2021. Tahun ini, pemerintah hanya menaikkan cukai untuk rokok berjenis sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek mesin (SKM).

"Dengan kebijakan tarif 2021, SKT 10,6 persen. Kenapa SKT tumbuh? Kita ketahui kebijakan tarif SKT tahun 2021 tidak naik alias nol persen," kata Nirwala dalam media briefing secara virtual di Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Nirwala menjelaskan, produksi SKT naik dari 40,4 miliar batang menjadi 44,7 miliar batang. Produksi SKM tumbuh tipis 0,6 persen dari 125,8 miliar datang menjadi 126,6 miliar batang.

Sedangkan rokok jenis SPM turun -5,1 persen dengan produksi dari 6,7 miliar batang menjadi 6,3 miliar barang. Tahun ini, pemerintah menaikkan tarif cukai SPM golongan I sebesar 18,4 persen, golongan IIA 16,5 persen, dan IIB sebesar 18,1 persen.

Berdasarkan golongan, produksi rokok golongan I -2,8 persen, sementara golongan II dan golongan III masing-masing tumbuh 16,2 persen dan 13,5 persen.

"Artinya kebijakan pemerintah dalam melindungi golongan II dan III berhasil karena di sini mereka tumbuh, tapi pengendalian tetap berjalan. Karena golongan I kontribusinya 85 persen untuk penerimaan cukai," ujar Nirwala.

Secara keseluruhan, produksi rokok setiap tahun menurun -2 persen sejak tahun 2015. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan tarif cukai rokok yang konsisten dilakukan pemerintah.

"Tapi tahun 2019 enggak naik (CHT), jadi wajar dong kalau produksi (rokok) naik karena targetnya. Ketika cukai naik tinggi tahun 2020, produksinya menurun. Ini pengendalian," jelas Nirwala.

Hingga Juli 2021, penerimaan cukai negara sudah mencapai 57,85 persen atau Rp 104,42 triliun dari target Rp 180 triliun. Sebanyak 95 persen dari penerimaan cukai didominasi oleh hasil tembakau.

Penerimaan cukai pun mendominasi penerimaan negara dari sisi bea cukai sebesar 80 persen.

https://money.kompas.com/read/2021/08/26/141105726/produksi-rokok-naik-jadi-1776-miliar-batang-hingga-juli-didominasi-jenis-skt

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+