Bank Nakal Jangan Dibantu

Kompas.com - 02/09/2009, 04:48 WIB

Solusi permasalahan saat itu adalah pembuatan asset management agreement. Dalam hal itu, pemegang saham menjamin SSB valas tersebut dengan deposito di Bank Dresdner, Swiss, yang belakangan ternyata sulit ditagih.

Saat Bank Century akhirnya benar-benar kolaps akibat kekurangan likuiditas dan pemburukan aset tahun 2008, ternyata BI kembali menyelamatkannya dengan alasan sistemik.

”Ada tiga kesempatan di mana seharusnya bank tersebut ditutup, tetapi BI tak melakukannya,” kata Dradjad. Ia menjelaskan, meskipun kecenderungannya sistemik, bank yang kolaps gara-gara penipuan dan kriminal seharusnya tidak diselamatkan.

Masyarakat dan nasabah akan memahami, Bank Century kolaps bukan karena krisis global, tetapi karena perbuatan jahat pemilik dan manajemennya. Ketegasan BI menindak bank nakal akan meningkatkan kredibilitas BI, yang pada gilirannya justru bisa mencegah terjadinya efek sistemik seperti yang dikhawatirkan.

Sebelumnya, Pejabat Sementara Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, Bank Century berdampak sistemik karena, jika dibiarkan mati, akan ada 23 bank lain yang akan bermasalah.

Berdasarkan dokumen BI, Bank Century memiliki kewajiban antarbank kepada lima bank lain yang jika tidak terselesaikan akan mengakibatkan penurunan rasio kecukupan modal (CAR) cukup besar. Bahkan, pada salah satu bank akan berpotensi menempatkan bank tersebut dalam status bank dalam pengawasan khusus karena CAR-nya kurang dari 8 persen.

Selain lima bank itu, kegagalan Bank Century juga berpotensi berpengaruh negatif pada 18 bank lain yang berada dalam kelompoknya, terlebih apabila kondisi ekonomi makro kian memburuk.

Jangan berlarut-larut

Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar polemik Bank Century tak dibiarkan berlarut-larut karena bisa merusak upaya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memulihkan bank tersebut.

Menurut dia, semua pihak sebaiknya menanti hasil audit investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan, penelusuran Komisi Pemberantasan Korupsi, dan penyelidikan Polri atas kasus Bank Century ini. Pemeriksaan itu diharapkan bisa memberikan informasi yang jauh lebih jelas dalam penanganan bank ini.

Sri Mulyani mengatakan, penyelamatan Bank Century oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 21 November 2008 bukan didasarkan pada penemuan kasus kriminal. Penyelamatan karena situasi dan likuiditas Bank Century menurun dan diperburuk dengan jatuh temponya deposan besar pada saat sama.

Sri Mulyani juga menegaskan tidak ada perbedaan pandangan dirinya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam penanganan Bank Century. Sebab, keputusan penanganan Bank Century diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS.

”Kalau perlu, diaudit untuk melihat apakah ada yang salah. Jadi, seluruh aspek dilihat secara matang. Pemerintah juga berkeinginan membuat persoalan ini menjadi jelas, akuntabel, patuh terhadap peraturan dan prosedur. Nanti menjadi terbuka bahwa suatu penanganan krisis pada satu waktu tertentu, dengan penilaian tertentu, dan informasi tertentu, tetapi dilihat berapa bulan kemudian, ada yang salah atau tidak. Semua harus diikuti sehingga tidak ada kekisruhan di masyarakat,” ungkapnya. (FAJ/OIN)

Halaman:


Editor

Close Ads X